SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG Kalimantan Timur) merilis data terbaru mengenai dinamika cuaca di wilayah Benua Etam. Berdasarkan analisis terkini, sebagian besar kabupaten dan kota di Kaltim diprediksi akan mengalami intensitas curah hujan dalam kategori Normal.
Kondisi ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam memetakan potensi kerawanan bencana hidrometeorologi serta perencanaan sektor pertanian di awal tahun 2026.
Daftar Wilayah dengan Curah Hujan Kategori Normal
BMKG memprakirakan sifat hujan dengan kisaran persentase 85–115 persen (Kategori Normal) akan menyelimuti wilayah-wilayah strategis berikut:
-
Kota: Samarinda, Balikpapan, dan Bontang.
-
Kabupaten: Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), dan Penajam Paser Utara (PPU).
Dengan kisaran tersebut, stabilitas pasokan air diperkirakan terjaga, namun kewaspadaan terhadap hujan dengan durasi singkat namun intens tetap diperlukan.
Analisis Hari Tanpa Hujan (HTH) di Kalimantan Timur
Hingga pembaruan data per 10 Februari 2026, BMKG mencatat bahwa Kalimantan Timur masih berada dalam kondisi yang cukup basah. Hal ini terlihat dari analisis Hari Tanpa Hujan (HTH) yang tercatat dalam kategori Sangat Pendek.
“Wilayah Kaltim saat ini memiliki rentang hari tanpa hujan yang relatif singkat, yakni hanya berkisar antara 1 hingga 5 hari,” tulis laporan resmi BMKG.
Artinya, siklus hujan masih terjadi secara rutin hampir setiap pekan di sebagian besar wilayah, sehingga risiko kekeringan ekstrem dalam waktu dekat masih tergolong rendah.





