GIANYAR – Bali United FC terjebak dalam situasi paradoks di kompetisi BRI Super League 2025/26. Di satu sisi tim berjuluk Serdadu Tridatu ini tampil begitu ganas saat melawat ke markas lawan namun justru kehilangan taji saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
Hingga pekan ke-22 posisi mereka masih tertatih di peringkat kesebelas klasemen sementara dengan koleksi 29 poin. Namun statistik menunjukkan anomali menarik di mana anak asuh pelatih Johnny Jansen justru tercatat sebagai tim paling produktif saat melakoni laga tandang.
Dari sebelas laga tandang yang sudah dijalani Irfan Jaya dan kawan-kawan sukses menyarangkan 23 gol. Catatan ini jauh melampaui produktivitas gol tandang tim papan atas lainnya seperti Persija Jakarta (19 gol) maupun Borneo FC (18 gol).
Ketajaman lini depan saat away kembali terbukti pada pekan lalu saat mereka mampu mencetak tiga gol dalam laga imbang 3-3 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul.
Secara hasil, performa tandang mereka juga cukup impresif dengan catatan lima kali menang, tiga kali imbang, dan tiga kali kalah. Ini menempatkan mereka sebagai tim dengan rekor tandang terbaik ketiga di liga.
“Jinak” di Kandang Sendiri
Sayangnya, statistik mentereng di luar kandang berbanding terbalik dengan performa mereka di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Markas yang dulu dikenal angker bagi tim tamu kini seolah kehilangan magisnya.
Dari sebelas laga kandang yang telah dilakoni Bali United baru mampu mencatatkan dua kemenangan. Sisanya berakhir dengan lima hasil imbang dan empat kekalahan. Ketimpangan performa kandang dan tandang inilah yang membuat posisi mereka sulit beranjak ke papan atas.
Padahal secara statistik permainan Bali United merupakan salah satu tim paling agresif di liga. Mereka menjadi tim pertama yang mencatatkan lebih dari 800 sentuhan di dalam kotak penalti lawan tepatnya 804 sentuhan hingga pekan ke-22.
Selain itu mereka juga mendominasi distribusi bola ke area berbahaya dengan total 300 operan sukses ke kotak penalti lawan.
Dengan rangkaian statistik ofensif yang sebenarnya sangat menjanjikan tersebut, para pendukung setia Semeton Dewata tentu berharap tuah Stadion Dipta dapat kembali pulih di sisa musim ini. (*)





