NUSANTARA TERKINI – Sektor perikanan Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan performa yang sangat impresif pada awal tahun 2026.
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Kaltara mencatat nilai ekspor udang windu mencapai angka fantastis sebesar Rp 1,57 kuadriliun hanya dalam kurun waktu tiga bulan pertama tahun ini.
Capaian luar biasa ini menegaskan posisi Kaltara sebagai salah satu lumbung perikanan strategis nasional yang mampu bersaing di pasar global dengan nilai ekonomi yang sangat masif.
Primadona Pasar Internasional
Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) periode Januari hingga Maret 2026, volume ekspor udang windu tercatat mencapai 1,15 ribu ton.
Angka ini menyumbang nilai ekonomi terbesar bagi ekspor daerah dengan jangkauan pasar yang mencakup Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, hingga Inggris.
Tak hanya udang windu, komoditas kepiting juga menunjukkan tren positif. Dalam periode yang sama, sebanyak 3,44 juta ekor kepiting telah dikirim ke mancanegara, khususnya Singapura dan Malaysia, dengan nilai mencapai Rp 88,385 miliar.
Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata daya saing produk lokal.
“Kaltara memiliki potensi besar dari sektor perikanan yang menjadi penopang utama ekonomi daerah. Produk kita sudah menembus pasar Asia hingga Eropa dan Amerika,” ujarnya.
Membidik Pasar Tiongkok melalui Kargo Langsung
Meski mencatatkan angka yang spektakuler, Karantina Kaltara terus berupaya mengatasi tantangan logistik agar nilai ekspor ini dapat terus terdiversifikasi.
Selama ini, keterbatasan akses transportasi membuat ekspor masih terkonsentrasi pada negara-negara tertentu.
Kehadiran layanan penerbangan kargo langsung ke Tiongkok diharapkan menjadi pendobrak hambatan tersebut.
“Kami berharap dapat membuka peluang pasar baru melalui efisiensi pengiriman langsung, terutama untuk pasar Tiongkok yang sangat potensial,” tambah Ichi.
Jaminan Kualitas dan Sertifikasi
Di balik angka kuadriliun tersebut, Karantina Kaltara memastikan setiap komoditas yang keluar telah melewati pengawasan ketat sesuai amanat UU Nomor 21 Tahun 2019.
Sertifikasi kesehatan dan monitoring penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) menjadi kunci utama agar produk Kaltara tidak hanya unggul dari segi kuantitas, tetapi juga terjamin keamanannya.
Dengan sinergi lintas sektoral bersama Bea Cukai, Pelindo, hingga dukungan DPR RI, akselerasi ekspor ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memperkuat kesejahteraan para pelaku usaha perikanan di wilayah perbatasan Indonesia.(KIA/NT)






