NUSANTARA TERKINI – Jagat dunia maya dihebohkan dengan rekaman video Wakil Bupati Nunukan Hermanus yang datang membawa kelompok Pasukan Merah ke gedung pemerintahan. Insiden bernada tinggi yang diakhiri dengan pembacaan doa tolak bala itu memicu spekulasi liar mengenai pecahnya kekompakan para kepala daerah.
Bupati Nunukan Irwan Sabri meluruskan kabar miring yang menyebutkan ada konflik internal di pucuk pimpinan. Ia memastikan bahwa dirinya selalu berdiskusi erat dengan wakilnya dalam memecahkan setiap persoalan daerah.
“Kalau narasinya keretakan, atau ketidakharmonisan hubungan Pak Wakil dan Bupati, itu sama sekali tidak benar,” ujar Irwan melansir Kompas.com pada Sabtu (7/3/2026).
Bupati yang tengah berdinas ke Jakarta itu langsung menelusuri akar kegaduhan yang viral tersebut. Kekecewaan sang wakil ternyata bersumber dari masalah komunikasi dengan Sekretaris Daerah Raden Iwan Kurniawan terkait agenda pertemuan forum dinas.
“Dan masalah tersebut, memicu ketersinggungan beliau,” ungkap Irwan.
Teguran Keras untuk Sekda
Sekretaris daerah berdalih bahwa undangan resmi untuk pimpinan baru akan dikirimkan pada tahapan rapat besar selanjutnya. Alasan tersebut tidak lantas diterima begitu saja karena bupati langsung memberikan teguran keras agar bawahannya itu bisa bekerja lebih tanggap.
“Saya sudah menegur Sekda agar lebih proaktif dan menguatkan komunikasi dengan pimpinan daerah lagi,” tegasnya.
Irwan juga telah menjalin kontak langsung dengan kelompok Pasukan Merah guna memastikan situasi tetap kondusif. Organisasi masyarakat adat tersebut menjamin bahwa kehadiran mereka ke kantor bupati tidak ada kaitannya dengan rumor keretakan dwitunggal Nunukan.
“Seratus persen tidak benar jika dikatakan hubungan kami tidak harmonis,” pungkas Irwan.





