Rencana Pembangunan Rumah Adat Bajau, Bisa Jadi Magnet Baru Pariwisata Derawan

diterbitkan: Sabtu, 7 Maret 2026 10:49 WITA
Plt Kepala Disbudpar Berau, Warji.
Plt Kepala Disbudpar Berau, Warji.

NUSANTARA TERKINI – Rencana pembangunan Rumah Adat Bajau di Kecamatan Pulau Derawan kini mulai menjadi sorotan utama.

Proyek ini dipandang bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya lokal, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru di kawasan kepulauan andalan Kabupaten Berau tersebut.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Warji, menyatakan, pemerintah daerah pada prinsipnya memberikan dukungan penuh.

Namun, ia menekankan pentingnya kepastian status lahan sebagai fondasi awal sebelum konstruksi dimulai.

Baca juga  Menteri Sandi Uno Garansi Berau Bakal Masuk Karisma Event Nusantara 2025

“Untuk pembangunan fisik konstruksi biasanya tergantung pada kepastian lahannya dulu. Status lahan dan lokasinya harus jelas. Kalau itu sudah ada kejelasan, Insya Allah akan kami masukkan dalam usulan Renja SKPD 2027,” kata Warji.

Warji mengingatkan, Kepulauan Derawan telah ditetapkan sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). 

Status ini menuntut setiap arah pembangunan di wilayah tersebut harus terintegrasi dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata. 

Apalagi, Bupati Berau telah memberikan instruksi tegas agar seluruh perangkat daerah bersinergi mendukung transformasi ekonomi Berau menuju ekonomi hijau dan biru.

Baca juga  Menuju Destinasi Kelas Dunia, Bupati Berau Minta Pembenahan Seluruh Objek Wisata

Hadirnya Rumah Adat Bajau diharapkan mampu menjadi simbol kuat bagi masyarakat pesisir. 

Lebih dari sekadar bangunan, tempat ini diproyeksikan menjadi ruang edukasi budaya, pusat kegiatan adat, serta destinasi wisata yang menonjolkan kearifan lokal. 

Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyelami akar budaya masyarakat setempat.

Namun, Warji mengingatkan, kemegahan infrastruktur harus beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan melalui penerapan nilai Sapta Pesona. 

Baca juga  Jumlah Wisatawan ke Berau Diprediksi Membludak saat Libur Lebaran, Ekonomi Lokal Ikut Meningkat

Ia menekankan, unsur kenangan dalam pariwisata sangat bergantung pada rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, dan keramahan yang diterima wisatawan.

Jika pelayanan di lapangan mengecewakan, hal tersebut justru akan merusak citra destinasi secara jangka panjang. 

“Kenangan itu bukan sekadar oleh-oleh atau cenderamata. Tapi juga soal pengalaman. Kalau orang merasa kecewa, itu yang akan dikenang dan bisa jadi tidak kembali lagi,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait