NUSANTARA TERKINI – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Utara kembali turun ke jalan untuk menebar kebaikan di bulan suci. Puluhan paket bahan pokok dibagikan langsung ke tangan warga kurang mampu di berbagai titik wilayah Tarakan.
Kegiatan bertajuk Berbagi Berkah Ramadan ini bertujuan membantu masyarakat menjalani ibadah puasa dengan lebih ringan. Paket bantuan yang disalurkan tersebut berisi beras, minyak goreng, gula, telur, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Masyarakat penerima bantuan tampak tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan syukur mereka. Beberapa warga bahkan langsung memeluk para relawan jurnalis sambil mendoakan kebaikan atas rezeki yang diterima hari ini.
Wujud Nyata Kepedulian Jurnalis
Ketua IJTI Kaltara H Usman Coddang yang ikut turun langsung membagikan bantuan menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan sesaat. Ia memastikan aksi menebar kebaikan ini selalu digelar secara konsisten oleh organisasinya.
“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadan,” tegas Usman menjelaskan agenda tahunan tersebut.
Ia menyadari profesi jurnalis televisi menuntut anggotanya untuk tidak sekadar datang meliput dan memberitakan sebuah peristiwa. Melihat masyarakat bisa tersenyum bahagia rupanya menjadi sumber energi tersendiri bagi seluruh insan pers televisi di Kaltara.
“Bagi kami jurnalis televisi tak cukup hanya memberitakan berita karena kami juga ingin menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.
Berawal dari Realitas Peliputan
Usman menceritakan bahwa aksi sosial ini murni lahir dari kepedulian para jurnalis yang kerap melihat langsung kondisi warga di pedalaman dan pesisir. Realitas ekonomi di lapangan itulah yang mendorong mereka untuk ikut meringankan beban masyarakat kurang mampu.
Organisasi ini bertekad untuk terus menjadikan aksi turun ke jalan ini sebagai jembatan kebaikan antarwarga. Bantuan pangan ini diharapkan membawa berkah bagi semua pihak yang terlibat.
“Di bulan penuh berkah ini kami ingin ikut meringankan beban mereka,” papar Usman.
Kegiatan positif semacam ini akan terus diupayakan agar selalu masuk dalam kalender wajib organisasi setiap tahunnya. “Ini bukan hanya soal sembako tapi juga soal menjaga silaturahmi dan memperkuat ukhuwah,” pungkasnya.





