NUSANTARA TERKINI,- Pemerintah Kabupaten Berau tengah serius menata ulang wajah Pasar Sanggam Adji Dilayas.
Fasilitas publik yang pernah menyabet gelaran pasar tradisional terbaik tingkat nasional itu, perlahan akan dikembalikan pada marwahnya sebagai pusat aktivitas yang tertib bersih dan modern.
Salah satu langkah berani yang diambil oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas adalah menghidupkan kembali sistem portal parkir elektronik.
Fasilitas canggih ini sebelumnya sempat rusak usai menuai penolakan keras dari sebagian pedagang yang merasa belum terbiasa dengan skema digitalisasi tersebut.
Sri Juniarsih menyadari, dinamika penolakan beberapa waktu lalu. Namun ia menegaskan bahwa, pasar harus berani beradaptasi dengan laju perkembangan zaman, terutama di era digital yang menuntut efisiensi dan transparansi pelayanan publik.
“Ketika ada fasilitas seperti portal parkir elektronik mungkin saat itu masyarakat belum bisa menerima. Sekarang akan kita perbaiki dan tetap difungsikan sebagaimana mestinya” tegasnya.

Tertibkan Jam Operasional dan Lapak Liar
Selain urusan digitalisasi parkir, bupati juga menyoroti kesemrawutan aktivitas pasar subuh yang kerap kebablasan.
Ia ingin agar seluruh kegiatan bongkar muat dan transaksi pagi buta tersebut sudah tuntas maksimal pada pukul delapan pagi, agar area utama bisa kembali berfungsi secara normal sebagai tempat parkir.
Toleransi sementara memang diberikan, kepada para pedagang musiman yang menggelar lapak payung di area parkir selama bulan suci Ramadhan.
Kendati demikian, area tersebut wajib kembali bersih dan berfungsi sebagaimana peruntukannya. Yakni sebagai lahan parkir kendaraan setelah pasar subuh usai.
“Kalau hanya sementara tidak ada masalah apalagi saat Ramadhan. Tapi ke depan harus kembali dengan tertib” tambahnya.
Tantangan Berat Kepala UPT Baru
Sebagai langkah konkret, Sri Juniarsih langsung memberikan mandat tegas kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis atau UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas yang baru saja dilantik.
Pejabat baru tersebut diwajibkan untuk bertanggung jawab penuh atas tata kelola kebersihan lingkungan pasar kebanggaan warga Bumi Batiwakkal ini.
Menurutnya, citra pasar tradisional yang nyaman sangat bergantung pada manajemen pasar yang sigap.
“Saya ingin pasar ini rapi dan bersih dan tidak ada sampah berserakan. Tentu ada cara kerja yang harus segera dilakukan agar ini berjalan tanpa gesekan dan penolakan,”pungkasnya.





