NUSANTARA TERKINI – Memasuki musim kemarau, Perumda Tirta Kencana Samarinda mengeluarkan peringatan keras kepada pelanggan untuk mulai memperketat penggunaan air bersih.
Warga diminta untuk menghentikan kebiasaan membuang-buang air untuk keperluan non-primer, seperti menyiram jalanan atau mencuci kendaraan secara berlebihan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap penyusutan volume air baku di sejumlah titik. Meski saat ini 18 Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Samarinda masih beroperasi normal, potensi gangguan pelayanan tetap membayangi jika kemarau terus berlanjut.
“Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan air. Hindari penggunaan air secara berlebihan, seperti untuk menyiram jalan atau mencuci kendaraan,” tegas Asisten Manager Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Haidir Fadli.
Ancaman Intrusi Air Laut
Selain penurunan volume, ancaman nyata lainnya adalah intrusi air laut ke Sungai Mahakam. Haidir menjelaskan bahwa pada kondisi kemarau panjang, air laut berpotensi merangsek naik ke bagian hilir atau muara.
Jika kadar klorida pada air baku melebihi 250 ppm, maka air secara otomatis tidak dapat diolah menjadi air bersih.
Kondisi tersebut pernah terjadi pada tahun 1998 dan menjadi catatan hitam bagi layanan air bersih di Samarinda. Perumda berupaya keras agar skenario tersebut tidak terulang dengan terus memantau kualitas air baku secara berkala.
“Jika kondisi air baku tidak memungkinkan untuk diolah, maka berpotensi terjadi penurunan debit yang didistribusikan. Kemungkinan besar kami akan memberlakukan sistem distribusi bergilir,” tambahnya.
Tips Hadapi Kemarau bagi Pelanggan
Untuk meminimalisir dampak krisis air, masyarakat disarankan melakukan langkah-langkah mandiri sejak dini:
- Tambah Penampungan: Segera bersihkan dan tambah kapasitas tandon atau profil tank di rumah sebagai cadangan jika distribusi bergilir diberlakukan.
- Prioritas Penggunaan: Fokuskan penggunaan air hanya untuk kebutuhan pokok seperti memasak, mandi, dan mencuci pakaian.
- Cek Kebocoran: Pastikan tidak ada keran atau pipa yang bocor di lingkungan rumah untuk menghindari terbuangnya air secara sia-sia.
Bagi warga yang mengalami gangguan distribusi air yang parah, Perumda Tirta Kencana telah menyiapkan armada tangki air bantuan. Pelanggan dapat menghubungi call center di nomor (0541) 208100 atau melalui layanan WhatsApp di 0811-5535-36.(*/Rusdiono/NT)






