NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi ancaman El Nino yang diprediksi membawa musim kemarau panjang.
Sebanyak 137 unit pompa air telah dikerahkan ke berbagai kelompok tani sebagai “senjata” utama untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian di wilayah tersebut.
Penyaluran alat mesin pertanian (alsintan) ini menjadi bukti kesiapsiagaan pemerintah daerah agar produktivitas pangan tetap stabil meskipun debit air alami mulai menurun.
Kepala DTPH Paser, Erwan Wahyudi, menegaskan bahwa seluruh unit yang disalurkan telah melalui tahap pengecekan ketat untuk memastikan kinerjanya di lapangan.
“Seluruh pompa yang sudah kami distribusikan ke kelompok tani masih berfungsi dengan baik. Ini menjadi salah satu kesiapan utama kami dalam menghadapi musim kemarau panjang,” ujar Erwan, belum lama ini.
Solusi Lahan Tanpa Irigasi
Pengerahan ratusan pompa air ini diprioritaskan bagi wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh akses irigasi teknis.
Keberadaan pompa dianggap sebagai napas baru bagi petani, sehingga mereka tetap bisa mengairi sawah dengan memanfaatkan sumber air terdekat meskipun cuaca sedang ekstrem.
Selain menyiagakan alat, DTPH Paser juga bergerak melakukan inventarisasi sumber air di setiap desa, mulai dari sungai, embung, hingga sumur bor potensial. Strategi ini dilakukan agar distribusi air bisa dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
“Kami tidak hanya fokus pada alat, tetapi juga memetakan sumber air yang tersedia di desa. Ini penting agar penanganan bisa lebih efisien saat kekeringan mulai melanda,” tambahnya.
Prioritas Lahan Rentan
Dalam upaya mitigasi ini, Erwan menjelaskan bahwa timnya telah memetakan lahan pertanian yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kekeringan.
Lahan-lahan yang lebih cepat mengering akan mendapatkan intervensi prioritas, baik dalam hal penyaluran bantuan maupun pengawasan di lapangan.
Pihak DTPH juga berpesan kepada kelompok tani agar proaktif melakukan perawatan rutin terhadap bantuan pompa yang diterima.
Koordinasi yang kuat antara petani dan pemerintah diharapkan mampu meredam dampak buruk fenomena cuaca yang tidak menentu.
“Kami ingin memastikan petani tetap bisa berproduksi. Dengan langkah strategis ini, kami optimistis sektor pertanian di Paser tetap mampu bertahan di tengah ancaman kekeringan,” pungkasnya.(Wane/NT)





