NUSANTARA TERKINI – Suasana senja di jalanan Kabupaten Berau pada Minggu (19/4/2026) tampil beda dari biasanya. Puluhan perempuan dari berbagai lintas komunitas dan latar belakang berkumpul mengenakan balutan kebaya anggun sembari mengayuh sepeda.
Kegiatan bertajuk “Gowes Wacana” (Wanita Cantik Mempesona) ini sukses mencuri perhatian warga dan menjadi cara unik dalam memperingati Hari Kartini ke-147.
Antusiasme peserta tercatat sangat tinggi, bahkan melampaui ekspektasi penyelenggara. Awalnya, kegiatan ini hanya menargetkan 20 orang peserta, namun pada pelaksanaannya, lebih dari 50 perempuan ikut turun ke jalan untuk menyuarakan semangat kebebasan dan kesetaraan.
Penggagas Komunitas Abissia Bike, Sigit Pamungkas, mengaku terkejut dengan sambutan luar biasa dari kaum perempuan di Bumi Batiwakkal.
“Gak nyangka bisa seramai ini. Ini beneran di luar ekspektasi sih,” ujar Sigit singkat saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ruang Ekspresi dan Pertemuan Lintas Generasi
Gowes Wacana bukan sekadar ajang olahraga bersepeda biasa. Abissia Bike merancang kegiatan ini sebagai ruang pertemuan bagi perempuan Berau untuk saling mengenal dan bertukar inspirasi.
Pesertanya pun beragam, mulai dari mahasiswi, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga (IRT).

Salah satu peserta, Tariska, mengaku senang karena kegiatan ini memberikan ruang bagi perempuan untuk berekspresi di ruang publik dengan cara yang positif.
“Senang banget karena bisa ketemu orang-orang yang belum pernah aku kenal sebelumnya. Ini bukan sekadar bersepeda, tapi jadi ruang pertemuan buat kami,” ucap Tariska sembari tersenyum.
Padukan Literasi, Seni, dan Hidup Sehat
Menariknya, di sela-sela rute bersepeda, para peserta juga diajak mengikuti sesi refleksi dan literasi. Penggiat literasi Berau, Risna Herjayanti, hadir memberikan pemaknaan ulang tentang emansipasi di era modern.
Selain itu, penampilan musikalisasi puisi dari komunitas Penikmat Teater semakin menambah kekhidmatan acara.
Tak hanya soal budaya dan seni, Sigit Pamungkas menambahkan bahwa ajakan bersepeda ini juga memiliki pesan praktis terkait kondisi ekonomi saat ini.
“Sebenarnya ada maknanya juga. Sekarang kan harga bahan bakar lagi naik, nah ajakan bersepeda ini jadi alternatif transportasi yang hemat, dan bonusnya bisa bikin hidup lebih sehat,” tuturnya.
Melalui Gowes Wacana, perempuan Berau membuktikan bahwa semangat Kartini tetap hidup dan terus bergerak. Mereka tidak hanya mengenang sejarah, tetapi menghidupkan nilai-nilai keberanian dan kemandirian lewat aksi nyata di ruang publik.(Ika/NT)





