Tanpa Titipan! Sistem CAT Polda Kaltim Pastikan Seleksi Akpol 2026 Fair dan Terbuka

diterbitkan: Minggu, 26 April 2026 10:00 WITA
Proses seleksi CAT calon Taruna Akpol tahun anggaran 2026 di Polda Kaltim. (Foto: Humas polda Kaltim)

NUSANTARA TERKINI – Polda Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan rekrutmen Polri yang bersih dan transparan.

Memasuki tahapan krusial, sebanyak 48 calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menjalani tes psikologi menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) di SMKN 4 Balikpapan, Sabtu (25/4/2026) lalu.

Langkah ini diambil untuk menutup rapat celah intervensi manusia maupun praktik “titipan” yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat dalam proses seleksi abdi negara.

Panitia Seleksi Penerimaan Terpadu Polri TA 2026 menekankan bahwa penggunaan teknologi CAT memungkinkan hasil jawaban peserta diproses secara real-time, cepat, dan akurat.

Baca juga  Mengenal Modus "Pinjam Bendera" dalam Kasus Korupsi BLKI Balikpapan yang Diungkap Polda Kaltim

Hal ini memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan nilai murni berdasarkan kemampuan masing-masing.

Menjaga Karakter Calon Pemimpin

Dalam seleksi kali ini, tercatat 43 peserta pria dan 5 peserta wanita bersaing ketat untuk memperebutkan tiket menuju lembaga pendidikan pencetak perwira tersebut.

Polda Kaltim menilai tes psikologi merupakan instrumen vital untuk membedah karakter, kepribadian, serta kesiapan mental para calon pemimpin Polri di masa depan.

Baca juga  Samarinda Siaga! 2.556 Aparat Gabungan Kepung Titik Aksi Demi Jamin Kondusivitas

“Standar kompetensi dan integritas menjadi harga mati. Mengingat Akpol adalah tempat lahirnya pemimpin, maka seleksi ini harus benar-benar menyaring mereka yang memiliki mentalitas terbaik,” Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yulianto.

Pengawasan Berlapis Internal dan Eksternal

Guna memperkuat kepercayaan publik, seluruh rangkaian proses seleksi di SMKN 4 Balikpapan berada di bawah pengawasan ketat.

Tidak hanya dari pihak internal Polri, namun pengawas eksternal juga dilibatkan untuk memantau setiap jalannya tahapan.

Baca juga  Pertamina Pastikan Stok dan Penyaluran LPG hingga BBM Kalimantan Timur Aman

Hal ini sejalan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) yang menjadi pedoman utama Polri dalam mencari bibit-bibit unggul.

Dengan sistem yang semakin terbuka dan terdigitalisasi, diharapkan kualitas perwira yang dihasilkan nantinya mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di masa mendatang.

Melalui metode CAT dan pengawasan berlapis ini, Polda Kaltim memastikan bahwa hanya mereka yang benar-benar kompeten dan berintegritas yang akan melaju ke tahapan seleksi selanjutnya.(Red/NT)

Bagikan:
Berita Terkait