Kapal Tanker Asal Oman Dibajak, Empat Pelaut Indonesia Disandera Perompak Somalia

diterbitkan: Minggu, 26 April 2026 09:36 WITA
WNI di Sandera Perompak Somalia
Anggota keluarga menunjukkan foto pelaut yang disandera di Somalia.(Foto: Irfandi-Beritasatu.com)

NUSANTARA TERKINI – Kabar mengejutkan datang dari perairan internasional. Empat pelaut asal Indonesia, di mana dua di antaranya merupakan putra daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan menjadi korban penyanderaan oleh perompak Somalia.

Kapal tanker Honour 25 berbendera Oman yang mereka awaki dibajak sejak 21 April 2026 lalu.

Kondisi para pelaut tersebut saat ini berada dalam ancaman serius. Para perompak dilaporkan memberikan ancaman akan menembak mati nahkoda dan mualim kapal apabila tuntutan tebusan yang diajukan tidak segera dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Identitas kedua pelaut asal Sulsel tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Gowa dan Bulukumba. Kapten kapal, Ashari Samadikun, yang merupakan warga Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, berhasil memberikan kabar mengenai situasi mencekam yang mereka hadapi melalui pesan suara kepada pihak keluarga.

Baca juga  Dengan MRI 1,5 Tesla, RSDSS Tanjung Selor Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Kalimantan Utara

Detik-Detik Penodongan Senjata

Dalam komunikasi terakhirnya pada Minggu (26/4/2026), Ashari menceritakan momen mengerikan saat sekelompok perompak bersenjata naik ke atas kapal secara paksa.

Ia sempat berhadapan langsung dengan moncong senjata yang ditodongkan tepat ke kepalanya.

“Saya bilang (kepada kru) jangan melawan, semua angkat tangan dan tiarap. Mereka dobrak pintu dan menodongkan senjata ke kepala saya. Saya sampaikan bahwa saya Muslim dan kapten kapal. Setelah itu mereka memerintahkan kapal berhenti,” ungkap Ashari dalam rekaman tersebut.

Baca juga  Menhan Prabowo Tinjau Kesiapan Lokasi Upacara HUT RI Perdana di IKN

Hingga saat ini, total terdapat 17 awak kapal yang disandera di atas kapal tanker tersebut. Selain dua warga Sulsel, terdapat dua WNI lainnya yang berasal dari Pemalang (Jawa Tengah) dan Bogor (Jawa Barat).

Negosiasi Masih Buntu

Rekan sejawat Ashari, Eleora Kamaya Lekon, mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan para sandera sangat dibatasi oleh kelompok pembajak.

Meskipun kondisi fisik para kru dilaporkan masih aman secara umum, tekanan psikologis akibat ancaman eksekusi terus membayangi mereka.

Saat ini, proses negosiasi antara perusahaan kapal yang berbasis di Dubai dengan pihak perompak dikabarkan masih menemui jalan buntu.

Baca juga  Jokowi ke NTT, Kunjungi Pasar dan Pamit

Keluarga korban di Indonesia pun diliputi kecemasan mendalam dan sangat berharap adanya campur tangan dari pemerintah pusat.

“Kami berharap pemerintah Indonesia proaktif membantu karena mereka adalah WNI yang berhak mendapatkan perlindungan negara, meskipun kapal yang mereka awaki bukan berbendera Indonesia,” tegas Eleora saat mendampingi keluarga Ashari di Gowa.

Keluarga kini hanya bisa menanti kepastian dan berharap upaya diplomasi serta perlindungan negara dapat segera membebaskan para pelaut tersebut dari cengkeraman perompak Somalia agar dapat kembali ke tanah air dengan selamat.(Fawdi/NT)

Bagikan:
Berita Terkait