NUSANTARA TERKINI – Awan mendung menyelimuti perjalanan PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (27/4/26) petang, tim berjuluk Juku Eja tersebut dipaksa menyerah dengan skor 0-2 oleh tuan rumah Bali United.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Pasukan Ramang. Pasalnya, hasil minor ini merupakan kekalahan ke-24 mereka sepanjang musim ini, yang sekaligus menyeret posisi klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut ke ambang zona merah.
Dengan poin yang tidak bertambah, PSM Makassar kini tertahan di peringkat ke-14. Posisi mereka kian kritis karena hanya berselisih 4 poin dari Madura United FC yang saat ini menghuni zona degradasi. Sinyal bahaya pun kini menyala terang di markas Juku Eja.
Petaka Menit Awal dan Dominasi Tuan Rumah
Ambisi PSM untuk mencuri poin di Pulau Dewata langsung menemui jalan terjal sejak peluit pembuka. Baru berjalan empat menit, lini belakang Juku Eja goyah setelah palang pintu sekaligus kapten tim asal Cape Verde terpaksa ditarik keluar lapangan lebih awal karena cedera.
Kehilangan pilar utama di sektor pertahanan dimanfaatkan dengan apik oleh anak asuh Stefano Cugurra. Pada menit ke-17, Diego Campos sukses memecah kebuntuan Bali United melalui sontekan jarak dekat setelah menerima umpan matang dari Rahmat Arjuna.
Meski mencoba bangkit, serangan yang dibangun skuat asuhan Bernardo Tavares selalu kandas di kaki barisan pertahanan Serdadu Tridatu. Penderitaan PSM digenapi pada menit ke-79 lewat gol Irfan Jaya yang memaksimalkan assist cerdas dari gelandang asal Jepang, Teppei Yachida. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.
Empat Laga Penentu Nasib
Bagi Bali United, kemenangan ini membawa mereka terbang ke peringkat ke-7 klasemen dengan 45 poin, sekaligus membuka peluang menembus posisi empat besar.
Namun bagi PSM, hasil ini adalah alarm darurat yang memaksa mereka harus menyapu bersih sisa laga dengan kemenangan.
Bernardo Tavares kini memiliki beban berat untuk mengangkat mentalitas pemainnya di tengah tekanan degradasi yang semakin nyata.
Dengan sisa empat pertandingan di depan mata, setiap laga kini berstatus sebagai “final” bagi PSM Makassar. Jika gagal berbenah, ancaman terlempar ke kasta kedua musim depan bukan lagi sekadar isapan jempol bagi juara bertahan musim lalu ini.(Fawdi/NT)





