Terlibat Kecelakaan Dengan KRL, Berikut Sejarah KA Argo Bromo Anggrek

diterbitkan: Selasa, 28 April 2026 10:31 WITA
KA Argo Bromo Anggrek. (Foto: KAI)

NUSANTARA TERKINI,- KA Argo Bromo Anggrek terlibat kecelakaan dengan KRL commuter line pada Senin (27/4/2026) malam WIB, di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Insiden tersebut menyebabkan adanya korban jiwa dan luka.

Di balik insiden tersebut, kereta ini memiliki sejarah panjang sebagai salah satu layanan kereta api premium di Indonesia. Dengan reputasi sebagai kereta cepat dan mewah, Argo Anggrek telah menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh, khususnya pada jalur Jakarta-Surabaya.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejarah panjang perjalanan KA Argo Bromo Anggrek:

Sejarah Awal KA Argo Bromo Anggrek

Kereta Api Argo Bromo Anggrek mulai beroperasi pada 31 Juli 1995 dengan nama awal Argo Bromo JS-950. Nama ini memiliki makna khusus, yakni “JS” merupakan singkatan dari Jakarta-Surabaya, angka “9” menunjukkan waktu tempuh perjalanan, dan “50” merujuk pada usia kemerdekaan Republik Indonesia saat itu.

Selanjutnya, pada 24 September 1997, layanan ini berkembang dengan peluncuran varian “Anggrek”. Nama “Bromo” diambil dari gunung berapi terkenal di Jawa Timur, sementara “Anggrek” merujuk pada bunga nasional Indonesia.

Sejak awal kemunculannya, kereta ini langsung menempati posisi tertinggi dalam layanan perkeretaapian nasional. Hal ini ditandai dengan nomor perjalanan 1 hingga 4 dalam grafik perjalanan kereta api (Gapeka), yang menunjukkan prioritas tinggi dalam operasional.

Baca juga  Cara Bandara Juwata Tarakan, Amankan Rute Padat ke Balikpapan Selama Mudik Lebaran

Dalam perjalanannya, KA Argo Bromo Anggrek mengalami berbagai peningkatan armada untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan.

Pada 2011, diperkenalkan livery Go Green melalui pembaruan kereta K9 re-engineering yang menghadirkan desain interior dan eksterior lebih modern serta fasilitas toilet ramah lingkungan.

Kemudian pada 2015, dilakukan pembaruan dengan konsep airline atau livery kesepakatan yang semakin memperkuat kesan premium.

Perkembangan berlanjut pada 2016 dengan hadirnya KA Eksekutif New Image 2016. Pembaruan ini meliputi fitur modifikasi seperti tirai jendela dan pijakan kaki lipat yang meningkatkan kenyamanan penumpang.

Dari sisi teknologi, kereta ini menggunakan bogie K9 (CL243 bolsterless) hasil kolaborasi dengan Alstom. Teknologi suspensi udara yang diterapkan memungkinkan kereta melaju stabil hingga kecepatan 120 km per jam dengan getaran yang minim.

KA Argo Bromo Anggrek dikenal sebagai salah satu kereta tercepat di Indonesia, khususnya pada rute Jakarta-Surabaya. Kereta ini mampu menempuh jarak sekitar 720 km hingga 725 km hanya dalam waktu sekitar 8 jam 10 menit hingga 9 jam.

Catatan waktu tempuh tersebut menjadikannya lebih unggul dibandingkan kereta lain pada jalur yang sama, umumnya membutuhkan waktu antara 10 hingga 15 jam.

Baca juga  Rapat Forkopimda Kaltim, Kepala OIKN Sampaikan Kepastian Soal IKN

Dalam satu rangkaian, KA Argo Bromo Anggrek terdiri dari 7 hingga 9 kereta eksekutif, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.

Fasilitas yang ditawarkan tergolong mewah pada kelasnya. Penumpang dapat menikmati kursi yang dapat diputar dan direbahkan, lengkap dengan sandaran kaki, lampu baca, meja lipat, serta bantal dan selimut.

Selain itu, tersedia juga colokan listrik, pendingin udara, TV LCD, serta toilet di setiap gerbong. Untuk hiburan, tersedia layanan audio video, minibar, hingga fasilitas karaoke di kereta makan.

Pilihan Kelas Layanan

KA Argo Bromo Anggrek menawarkan dua kelas layanan utama:

  • Kelas eksekutif: Kapasitas 50 kursi dengan konfigurasi 2-2. Kursi dilengkapi fitur reclining dan rotary, sandaran kaki, stop kontak, audio jack, lampu baca, meja lipat, serta bantal dan selimut.
  • Kelas luxury: Menyediakan 18 kursi dengan konfigurasi 1-1. Kursi dapat direbahkan hingga 180 derajat, memberikan kenyamanan layaknya tempat tidur, dengan layanan yang lebih personal.

Rute dan Jadwal Perjalanan

Sebagai penghubung jalur utara Pulau Jawa, kereta ini melayani rute strategis dengan pemberhentian di sejumlah kota besar, antara lain:

  • Stasiun Gambir (Jakarta).
  • Stasiun Cirebon.
  • Stasiun Tegal.
  • Stasiun Pekalongan.
  • Stasiun Semarang Tawang.
  • Stasiun Bojonegoro.
  • Stasiun Surabaya Pasar Turi.
Baca juga  Polda Kaltara Gelar Jumat Curhat di Pondok Pesantren Fatimah Az-Zahra, Dirbinmas Hadir Langsung

Untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang, tersedia dua jadwal keberangkatan setiap hari.

Kereta pagi berangkat dari Gambir pukul 09.30 WIB dan dari Surabaya pukul 08.00 WIB. Sementara itu, kereta malam berangkat dari Gambir pukul 21.30 WIB dan dari Surabaya pukul 20.00 WIB.

Kereta ini mampu mengangkut rata-rata sekitar 1.600 penumpang setiap hari dari dua perjalanan yang tersedia.

Untuk kelas eksekutif, harga tiket berkisar antara Rp 400.000 hingga Rp 700.000 per orang, tergantung subkelas dan waktu pemesanan.

Riwayat Kecelakaan Sebelumnya

Sebelum insiden di Bekasi pada 2026, KA Argo Bromo Anggrek juga pernah mengalami kecelakaan pada 1 Agustus 2025 di Subang, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada dua jalur rel, baik hulu maupun hilir, serta berdampak pada sekitar 4 km prasarana.

Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL commuter line di Bekasi Timur menimbulkan gangguan operasional yang signifikan pada jalur tersebut. Selain itu, insiden ini juga menyebabkan adanya korban jiwa dan luka.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya peningkatan keselamatan dan pengawasan dalam operasional transportasi rel, terutama pada jalur padat seperti wilayah Bekasi.(Red/NT)

Bagikan:
Berita Terkait