NUSANTARA TERKINI – Prestasi gemilang berhasil ditorehkan atlet taekwondo muda berbakat asal Kabupaten Berau, Imelda Alfonsina Oraile, pada ajang Kejuaraan Cadet Junior Taekwondo Nasional yang digelar di GOR Sempaja, Samarinda, 23-26 April 2026.
Namun, di balik medali perak yang diraihnya, terselip kisah miris mengenai minimnya dukungan finansial dari pemerintah daerah.
Imelda, yang merupakan siswi SMAN 4 Berau, sukses tampil impresif di nomor Kyorugi Junior Putri kelas Under 68 kilogram (U-68).
Dalam ajang yang diikuti perwakilan dari 28 provinsi se-Indonesia tersebut, gadis asal Kecamatan Sambaliung ini harus puas menduduki podium kedua setelah kalah poin tipis dari atlet DKI Jakarta di partai final.
Meski sukses mengharumkan nama Bumi Batiwakkal di level nasional, Imelda diketahui harus berjuang secara mandiri.
Sang pelatih, Rinda Maulidya, membeberkan bahwa anak didiknya tersebut berangkat mengikuti kejurnas menggunakan biaya pribadi.
“Perjuangan dan semangatnya sangat luar biasa meski memakai biaya pribadi. Ia berangkat tanpa dukungan transportasi maupun uang saku dari pihak terkait,” ungkap Rinda, Selasa (28/4/2026).
Prestasi di Tengah Keterbatasan
Kemandirian Imelda dalam mengejar prestasi sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, ia adalah satu-satunya penyumbang medali emas bagi cabang olahraga taekwondo Berau pada Popda 2025 lalu.
Kualitasnya yang konsisten itulah yang membuatnya dipanggil masuk ke dalam tim Pelatda Kaltim untuk persiapan kejurnas.
Meski sempat merasa khawatir karena masa pemusatan latihan (TC) yang singkat—hanya sekitar satu bulan—Imelda mampu membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas dan biaya bukanlah penghalang untuk bersaing dengan atlet elit dari kota-kota besar.
“Ini kejurnas pertama saya di kelas Kyorugi Junior Putri U-68. Walau sedih belum bisa bawa emas, saya bangga bisa memberikan yang terbaik untuk Berau dan Kaltim,” ujar Imelda dengan nada rendah hati.
Menanti Perhatian Pemerintah
Keberhasilan Imelda meraih medali perak tingkat nasional dengan kocek pribadi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan olahraga di Kabupaten Berau. Sang pelatih berharap ada apresiasi atau reward nyata bagi atlet yang telah berkorban banyak demi nama daerah.
“Semoga ada perhatian atau reward yang diberikan pemerintah atas prestasinya yang telah mengharumkan daerah. Ini penting untuk memotivasi atlet-atlet muda lainnya,” harap Rinda.
Saat ini, Imelda tidak punya waktu lama untuk bersantai. Ia langsung fokus menjalani latihan intensif di camp Hosber Taekwondo Club Berau untuk persiapan Porprov Kaltim 2026 di Paser.
Tantangannya akan jauh lebih berat, karena Imelda diproyeksikan turun di kelas Senior U-68 dan menjadi satu-satunya atlet putri yang memperkuat kontingen taekwondo Berau.(Red/NT)






