Jalur Talisayan-Tanjung Redeb Putus, Dinas PUPR Kaltim Lakukan Penanganan Darurat

diterbitkan: Senin, 5 Mei 2025 02:48 WITA
Penurunan alat untuk penanganan darurat kerusakan jalan di Talisayan-Berau (Dok/Pemprov Kaltim)

BERAU – Bencana longsor yang mengakibatkan badan jalan putus terjadi pada ruas Jalan Talisayan – Tanjung Redeb, tepatnya di sekitar  Desa Mantaritif, Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau pada Sabtu malam, 3 Mei 2025. Ruas jalan yang berstatus jalan provinsi ini kini tidak dapat dilalui kendaraan.

Kepala DPUPR Pera Kaltim, Aji Fitra Firnanda mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab longsor adalah curah hujan yang tinggi. Hal itu menyebabkan arus air deras menggerus badan jalan hingga akhirnya amblas dan terputus.

Baca juga  IPM Berau Meningkat Signifikan, Tertinggi di Kalimantan Timur

“Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini. Namun, jalur transportasi utama yang menghubungkan wilayah penting di Berau ini kini terputus,” jelas Aji Fitra dalam laporan resminya.

Sebagai langkah cepat, DPUPR Kaltim telah mengambil beberapa tindakan darurat. Antara lain dengan mengirimkan box culvert (beton pracetak) ke lokasi untuk rekonstruksi awal, mobilisasi alat berat dan dump truck untuk percepatan penanganan longsor, pencarian jalur alternatif sementara untuk kelancaran arus lalu lintas, serta pemasangan rambu-rambu peringatan untuk keselamatan pengguna jalan.

Baca juga  Teriakan Minta Tolong Akhiri Pencarian 10 Hari Kanisius yang Hilang di Hutan Segah

“Pekerjaan perbaikan darurat dimulai hari ini dengan target minimal jalan dapat difungsikan secara terbatas dalam waktu satu hari,” ujarnya Minggu (4/5/2025).

DPUPR Kaltim mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses perbaikan berlangsung. “Kami terus berupaya agar akses jalan segera kembali normal demi kelancaran aktivitas masyarakat,” tutup Aji Fitra.

Baca juga  Layanan IGD dan Rawat Inap Tutup Akibat Kekurangan Nakes
Bagikan:
Berita Terkait