NUSANTARA TERKINI – Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan hal yang tidak biasa pada momentum peringatan hari buruh internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Jumat (1/5/2026).
Usai menyampaikan pidatonya, kepala negara ini langsung turun berbaur ke tengah kerumunan massa untuk secara langsung berinteraksi dengan ribuan buruh tanpa sekat.
Namun, sebelum turun ke tengah kerumunan buruh, kepala negara ini terlebih dahulu melepas baju safari yang dikenakannya dan memberikannya kepada buruh yang hadir memperingati May Day di kawasan Monas tersebut.
Dengan tertinggal kaos warna hitam menutupi badannya, Prabowo dengan wajah tersenyum menyapa dan bersalaman langsung dengan sejumlah buruh. Bahkan, setelah sampai di atas mobil dinasnya, Prabowo masih terus menyapa para buruh.
Dalam kesempatan ini, Prabowo memberikan apresiasi kepada para buruh atas kontribusi nyata yang diberikan terhadap perekonomian di Tanah Air.
Peran penting para buruh, serta petani, nelayan dan pekerja lainnya juga menjadi sorotan Prabowo dalam pidatonya.
Komitmen untuk terus membela kepentingan rakyat kecil pun tak lepas sebagai bagian dari penegasan Prabowo.
“Saya bersumpah berjuang untuk kepentingan rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit,” tegas Prabowo sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com, jaringan media ini.
Kebijakan Strategis Pemerintah
Pada momen May Day ini, sejumlah kebijakan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan buruh juga turut disampaikan pemerintah.
Mulai dari pengesahan Undang-Undang (UU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh.
Kemudian juga Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 terkait ratifikasi Konvensi ILO 188 sektor perikanan, hingga Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur tentang perlindungan bagi pekerja transportasi daring.
Selain itu, peringatan May Day juga dilakukan di sejumlah daerah dengan berbagai pola, mulai dari menyampaikan aksi di jalan hingga diskusi bersama dengan pihak pemerintah. (*Fawdi/NT)





