Mentan Amran Temukan Dugaan Penyimpangan Program Swasembada Pangan di Manado

diterbitkan: Jumat, 1 Mei 2026 03:13 WITA
Mentan RI, Andi Amran Sulaiman. (Beritasatu.com/Alfida Rizky Febrianna/NT)

NUSANTARA TERKINI – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menemukan adanya dugaan penyimpangan pada program swasembada pangan di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Hal ini terungkap saat Mentan Amran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembibitan di Bengkol, Manado pada Jumat (1/5/2026).

Beberapa persoalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari kualitas bibit yang dinilai tidak layak hingga adanya perbedaan data yang signifikan antara laporan dan kondisi di lapangan.

“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tapi membenarkan yang salah. Kami temukan bibit yang tidak layak dan langsung kami minta diganti,” katanya.

Baca juga  Pemkab Berau Dukung Program Tanam Jagung untuk Ketahanan Pangan 

Demikian juga dengan data jumlah bibit, yang dilaporkan mencapai 48.000 bibit, sementara dari hasil pengecekan di lapangan hanya ditemukan sekitar 17.000 bibit.

“Ini harus ditambah,” tegas Mentan Amran.

Ia juga menilai bahwa pengawasan serta perawatan di lapangan masih sangat lemah. Hal itu ditunjukkan dengan kondisi kawasan pembibitan yang rumput liar sudah tumbuh hingga sama tinggi dengan bibit.

Untuk itu, ia meminta hal ini dapat segera diperiksa secara menyeluruh oleh kepolisian serta kejaksaan untuk mengetahui di mana letak kesalahannya.

Baca juga  Rencana Pembangunan 2027 Disusun, Gubernur Kaltara Tekankan Program Harus Tepat Sasaran

Ia menyampaikan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap praktik atau perbuatan menyimpang, termasuk dugaan pungutan liar pada program pemerintah. Bahkan dengan tegas ia menyebutkan akan melakukan pemecatan terhadap pelaku.

“Bukan sekadar mutasi. Jika terbukti ada fee, rekanan akan kami blacklist dan proses hukum,” katanya.

Kendati telah menemukan adanya beberapa persoalan di lapangan, Mentan Amran tetap memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang koordinasinya dengan unsur TNI/Polri dinilai cukup baik.

Baca juga  Swasembada Pangan 2027, Tahun Ini Kaltara Kejar Cetak 1.000 Hektare Sawah Baru

“Swasembada pangan adalah hasil kerja bersama. Kita bekerja untuk kepentingan bangsa, jadi semua harus profesional,” tegasnya.

Ia pun mengaku tetap optimistis bahwa target swasembada pangan dapat tercapai melalui kolaborasi yang apik antar semua pihak terkait.

Sebagai daerah yang dinilai aktif melayani kebutuhan masyarakat, Mentan Amran menyetujui tambahan bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 15.000 hektare di Sulut. (*/Fawdi/NT)

Bagikan:
Berita Terkait