NUSANTARA TERKINI – Konektivitas wilayah perbatasan dan pedalaman masih menjadi PR utama pemerintah di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
Salah satunya wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan. Hingga kini, akses jalan darat yang dibangun dari Kabupaten Malinau belum kunjung fungsional, lantaran ada beberapa sungai yang memutus jalan ini belum dibangunkan jembatan.
Sungai Binuang dan Semamu pada ruas jalan Malinau-Krayan ini disebut-sebut sebagai potongan yang terus diupayakan untuk segera dibangunkan jembatan.
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang mengatakan, informasi yang diterimanya dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kaltara, dua jembatan itu akan dibangun pada tahun 2026 ini.
“Kita terus berkoordinasi dengan Balai Jalan yang menangani akses Malinau-Krayan ini. Kita terus mendorong agar bisa segera fungsional,” kata Zainal, Sabtu (2/5/2026).
Saat ini pondasi Jembatan Binuang sudah dibangun dengan estimasi penyelesaian di tahun 2027. Begitu juga dengan Jembatan Semamu, tahun ini juga sudah dikerjakan.
“Insha Allah Jembatan Binuang dan Semamu akan selesai 2027. Jadi insha Allah di tahun 2027 itu (akses Malinau-Krayan) sudah fungsional,” kata Zainal.
Belum Dapat Dilalui Kendaraan Roda Empat
Belum adanya jembatan di beberapa sungai itu membuat kendaraan roda empat atau mobil belum bisa tembus dari Malinau ke Krayan.
“Saya pernah lewat jalur darat dari Malinau ke Krayan tiga tahun lalu. Nanti saya akan upayakan melakukan pengecekan kembali untuk melihat progres pengerjaan jalan Malinau-Krayan itu,” sebutnya.
Setidaknya, dengan turun langsung ke lapangan, bisa terlihat langsung titik-titik mana saja yang sudah selesai dikerjakan dan titik-titik mana yang belum selesai.
“Target kita dapat kewujudan konektivitas tanpa batas di Kaltara. Ini cita-cita kita, kita akan upayakan dapat terwujud. Tentunya dengan tetap menyesuaikan pada kekuatan anggaran yang ada,” pungkasnya. (*/Fawdi/NT)





