NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) mendorong kampung untuk menjadi garda depan dalam melawan stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat kampung.
Atensi ini mengemuka dalam bimbingan teknis (bimtek) oleh Pusat Pelatihan dan Kajian Nusantara (PPKN) yang diikuti aparatur kampung dari Kecamatan Muara Pahu, Kubar di Samarinda selama tiga hari pada 16-18 Juni 2026.
Kegiatan ini digelar setelah keluarnya hasil monitoring dan evaluasi yang menunjukkan masih adanya sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program pembangunan berbasis masyarakat di kampung, yang salah satunya terkait penanganan stunting.
Berdasarkan data yang dihimpun, hingga Mei 2026 tercatat masih ditemukan persoalan stunting pada 86 anak yang tersebar di 12 kampung di Kecamatan Muara Pahu.
Camat Muara Pahu, Mauliddin Said mengatakan, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi kesehatan semata. Diperlukan keselarasan program mulai dari pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga penguatan peran Posyandu di tingkat kampung.
“Perlu ada keterlibatan semua pihak agar program penanganan stunting berjalan efektif, termasuk optimalisasi kehadiran balita di Posyandu dan pemberian makanan tambahan,” ujar Mauliddin saat membuka kegiatan.
Selain soal stunting, kampung juga dinilai perlu memiliki strategi yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang berdampak pada peningkatan pendapatan warga.
Menurutnya, pengelolaan program ketahanan pangan yang tepat dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kemandirian kampung di tengah tantangan ekonomi dan perubahan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kalimantan Timur, Puguh Harjanto sebagai narasumber dalam kegiatan ini menekankan soal pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah kampung.
Menurutnya, persoalan stunting dan ketahanan pangan merupakan isu strategis yang saling berkaitan dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini dapat memperkuat sinergi mulai dari pusat, provinsi, kabupaten hingga kampung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Puguh.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai peran kelembagaan ekonomi desa seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Badan Usaha Milik Kampung (BUMKa) dalam mendukung program ketahanan pangan.
Harapannya, penguatan kapasitas aparatur kampung melalui kegiatan ini dapat menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Di sisi lain, keberhasilan menekan angka stunting dan meningkatkan ketahanan pangan juga dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju visi Indonesia Emas 2045.
Prinsipnya, isu stunting dan ketahanan pangan bukan hanya berkaitan dengan kesehatan dan ekonomi masyarakat, tapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif dan mampu bersaing di masa depan. (Adv/Diskominfo Kubar)





