Nilai Investasi Tembus Rp101 Miliar, Ini Hitungan Bapenda Soal Omzet Lapangan Golf Segiri Samarinda

diterbitkan: Senin, 29 Juni 2026 10:17 WITA
Driving range golf dan kolam renang baru di Sports Hub Segiri yang dibangun Pemkot Samarinda senilai Rp101 miliar.

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kota Samarinda di bawah pengelolaan ketat aset daerah tengah bersiap memanen sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru dari sektor olahraga dan rekreasi premium. Komitmen ini ditandai dengan realisasi megaproyek kawasan Sports Hub Segiri di Kompleks Stadion Segiri yang menelan nilai investasi jumbo kumulatif mencapai Rp101,4 miliar.

Anggaran fantastis tersebut dialokasikan untuk mendirikan dua fasilitas olahraga modern, yakni kluster Kolam Renang senilai Rp39,6 miliar serta fasilitas driving range golf yang menghabiskan dana Rp61,8 miliar melalui skema tahun jamak (multiyears contract).

Berdasarkan perhitungan terbaru Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda, komersialisasi aset ini diproyeksikan mampu menyuntik kas daerah hingga puluhan miliar rupiah per tahun.

Hitungan Omzet Berdasarkan Perda Tarif Terbaru

Kepala Bapenda Samarinda, Cahya Ernawan, menjelaskan bahwa kalkulasi keekonomian dari operasional lapangan golf mini ini telah dipagari oleh payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Baca juga  Mahasiswa Lumpuhkan Akses Jembatan Mahakam, Sebagai Bentuk Mosi Tidak Percaya Pemerintah

Fasilitas driving range ini dirancang memiliki total kapasitas 32 stan pukulan yang terbagi dalam dua klasifikasi layanan.

Untuk klasifikasi reguler yang menyediakan 30 stan, pemkot mematok tarif sewa sebesar Rp200.000 per jam dengan jatah fasilitas 100 bola golf.

Sedangkan untuk mengakomodasi segmen korporasi maupun pecinta golf yang menginginkan privasi, disediakan 2 unit ruang eksekutif (VIP) dengan tarif Rp350.000 per jam untuk kapasitas jumlah bola yang sama.

“Jika seluruh stan terisi penuh, dalam satu jam operasional saja fasilitas driving range ini mampu mencatatkan penerimaan daerah sekitar Rp6,7 juta. Jika tarif tersebut dikalikan dengan asumsi durasi operasional moderat sekitar 8 hingga 10 jam per hari, kontribusinya untuk PAD Samarinda akan sangat lumayan besar,” ungkap Cahya Ernawan saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).

Baca juga  PPP Kutai Timur Gelar Muscab VI, Fokus Bahas Penurunan Kursi di DPRD

Secara matematis, apabila tingkat pemanfaatan fasilitas olahraga ini mampu dipertahankan secara konsisten pada rentang waktu tersebut, Sports Hub Segiri diperkirakan mampu mendatangkan pendapatan kotor harian berkisar antara Rp53,6 juta hingga Rp67 juta.

Dalam hitungan bulanan, angka tersebut berpotensi mengamankan omzet daerah sebesar Rp1,6 miliar hingga Rp2 miliar. Sehingga dalam setahun, proyeksi penerimaan murni dari sektor golf saja berpotensi menyentuh angka Rp19,3 miliar hingga kumulatif maksimal Rp24,1 miliar.

Tunggu Finalisasi Teknis dan Skema Pengelolaan Efektif

Kendati hitung-hitungan di atas kertas menjanjikan angka yang masif, masyarakat Kota Tepian tampaknya masih harus sedikit bersabar. Pasalnya, baik fasilitas driving range golf maupun kolam renang baru tersebut sejauh ini belum dibuka untuk umum dan belum menghasilkan pemasukan bagi daerah.

Baca juga  Buntut Tabrakan di Pilar Jembatan Mahakam, KSOP Bekukan Agen Pelayaran Tongkang

Cahya menegaskan, Pemkot Samarinda saat ini sedang berhati-hati dalam menyusun skema manajemen tata kelola operasional terbaik.

Pemerintah daerah tengah mengkaji opsi apakah pengelolaan aset bernilai ratusan miliar ini akan dieksekusi secara mandiri oleh dinas teknis terkait, atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui skema pemanfaatan aset komersial yang lebih profesional.

Selain masalah manajemen, beberapa pembenahan minor di lapangan dan penyediaan sarana prasarana pendukung di sekitar kawasan Sports Hub Segiri juga terus dikebut agar saat diresmikan nanti, seluruh instrumen keamanan dan kenyamanan pengunjung telah berfungsi 100 persen.

“Semua proyeksi ini masih dalam pembahasan mendalam lintas sektoral sambil berjalan paralel menunggu kesiapan fisik fasilitas golf, kolam renang, dan seluruh sarana penunjang benar-benar siap difungsikan secara optimal,” pungkas Cahya.(*)

Bagikan:
Berita Terkait