Wabup Gamalis Hadiri Acara Adat Bahari Tulak Bala Buang Naas di Talisayan

diterbitkan: Rabu, 12 Agustus 2026 04:53 WITA
Wabup Berau melakukan penyiraman air linjuang pada prosesi Adat Bahari Tulak Bala Buang Naas. (Foto: Prokopim Berau)

NUSANTARA TERKINI – Masyarakat Talisayan, Kabupaten Berau terus menjaga dan menghidupkan tradisi bahari yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu.

Adat Bahari Tulak Bala Buang Naas digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus menjaga ikatan kebersamaan antar masyarakat.

Pelaksanaan tradisi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai budaya di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat.

Acara adat dengan tema ‘Merawat Silaturahmi, Melestarikan Adat Bahari untuk Talisayan Berkah dan Harmoni’ ini dihadiri sejumlah tokoh, salah satunya Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis.

Baca juga  Debut Manis di Australia, Sabian Fathul Pembalap Berau Podium Pertama Yamaha R3 Asia-Pacific

Bunga naas yang ditandai dengan penyiraman air linjuang kepada perwakilan anak masyarakat kampung menjadi salah satu prosesi yang penting. Sebelum prosesi penyiraman, terlebih dahulu air tersebut dibacakan doa.

Prosesi ini dinilai memiliki makna spiritual dan sosial, yang mana doa bersama yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk ikhtiar dalam memohon keselamatan, baik bagi masyarakat maupun kampung.

Dal kesempatan ini, Wabup Gamalis menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Talisayan dalam menjaga dan mempertahankan warisan adat tersebut.

“Tentu kita menginginkan masyarakat dapat terus maju, tapi maju di sini tidak juga sampai kehilangan jati diri. Warisan budaya seperti ini harus terus kita jaga,” ujar Wabup Gamalis.

Baca juga  Pelantikan Bupati Terpilih Berau Menunggu Intruksi Mendagri

Melihat besarnya tantangan akibat dari pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini, Wabup Gamalis menilai penting adanya pelibatan generasi muda agar mereka memiliki pengetahuan tentang adat dan, tradisi seperti ini.

“Kita harapkan generasi muda di Kabupaten Berau, khususnya di Talisayan ini dapat terlihat aktif dalam setiap kegiatan adat seperti ini. Ini penting agar budaya ini tidak putus pada generasi saat ini,” tuturnya.

Baca juga  Ratusan Hektar Lahan Kebun Kakao jadikan Kampung Suaran Sebagai Area Tanam Terluas untuk Kakao Berau

Selain menjaga budaya, tradisi bahari seperti ini memiliki peluang untuk berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata tanpa menghilangkan nilai asli yang melekat di dalamnya.

Adapun, kegiatan ini digelar sekaligus menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kampung Talisayan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana menyebutkan, Tulak Bala Buang Naas merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat yang sejak dahulu hidup berdampingan dengan laut.

“Kami berharap seluruh aktivitas masyarakat di pesisir selalu diberikan perlindungan dan keselamatan,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait