NUSANTARA TERKINI – Warga Berau masih menanti realisasi bantuan perluasan lahan perkebunan kakao dan kelapa yang rencananya akan diberikan oleh Pemerintah Pusat. Meski program tersebut belum terealisasi, Bupati Berau, Sri Juniarsih memastikan pihaknya terus mengawal usulan tersebut.
Dia menjelaskan bahwa potensi besar Kabupaten Berau sebagai daerah penghasil kakao berkualitas saat ini masih belum dibarengi dengan kapasitas produksi yang mumpuni. Karena itu, pihaknya mengajukan usulan bantuan ke pemerintah pusat.
“Usulannya sudah mendapat respons dari Kementerian Pertanian. Hasilnya, kita mendapat bantuan masing-masing 200 hektar lahan untuk bibit kakao dan kelapa,” terang Bupati.
Pihaknya mengatakan bantuan tersebut akan memperkuat pembangunan sektor perkebunan dari hulu hingga hilir. Selain meningkatkan produksi, program ini juga mendukung pengembangan desa-desa yang telah ditetapkan sebagai sentra pengolahan kakao.
Dengan perluasan areal tanam dan dukungan bibit unggul, pemerintah berharap komoditas kakao dan kelapa mampu menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah pedesaan serta meningkatkan kesejahteraan petani Berau dalam jangka panjang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini juga memastikan bahwa koordinasi penyaluran bantuan tersebut terus dilakukan. Saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan berbagai urusan administrasi yang jadi persyaratan pelaksanana program bantuan.
“Dokumen-dokumen itu mencakup nama anggota kelompok tani, proposal pendukung, itu semua tengah kami coba rampungkan,” pungkasnya. (adv)





