Targetkan Status Nindya, Berau Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Naik Status KLA

diterbitkan: Jumat, 24 April 2026 04:03 WITA
Pelaksanaan Penguatan dan Pendampingan Instrumen Evaluasi KLA tahun 2024-2025

NUSANTARA TERKINI – Pemkab Berau memperkuat komitmennya untuk menjamin perlindungan anak dalam upaya mewujudkan diri sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Bahkan, tahun ini Pemkab Berau menargetkan bisa naik status dari KLA Madya ke KLA Nindya.

Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan melengkapi instrument evaluasi KLA tahun 2024 dan 2025. Kegiatan tersebut penting untuk memastikan proses penilaian KLA berjalan objektif, transparan, dan berbasis data valid. Selain itu, evaluasi ini juga bertujuan mengukur capaian indikator yang telah dijalankan pemerintah daerah dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.

Baca juga  Lomba Tradisional hingga Adat Suku Berau Dikenalkan lewat Festival Abutta Banua

Sekretaris Daerah Muhammad Said menegaskan bahwa evaluasi mandiri KLA tidak boleh dipandang sekadar kewajiban administratif. Ia menyebut, proses tersebut merupakan tolok ukur nyata atas komitmen daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada anak.

“Evaluasi ini menjadi sarana untuk melihat sejauh mana sinergi dan upaya seluruh pihak dalam mewujudkan Berau sebagai kabupaten yang benar-benar layak anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil evaluasi tahun sebelumnya harus menjadi pijakan dalam menyusun langkah perbaikan ke depan. Capaian yang telah diraih perlu dipertahankan, sementara indikator yang masih lemah harus segera diperkuat melalui strategi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca juga  Siapkan SDM untuk Berau Lebih Maju, Wabup Gamalis Beri Atensi Terhadap Kesehatan Anak

Said meminta seluruh pihak yang memiliki peran dalam pengisian data untuk bertindak jujur, dan lengkap serta bisa menambahkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah tersebut dinilai krusial agar gambaran kondisi riil di lapangan dapat tersaji secara akurat, sekaligus mendorong peningkatan status KLA Berau dari kategori Madya menuju Nindya.

“Keberhasilan kita memperoleh KLA itu bukan tanggung jawab satu instansi saja. Tapi memang perlu kolaborasi kuat, termasuk juga dengan masyarakat. Jadi ini tanggung jawab bersama,” tegas dia.

Baca juga  Akui Masih Ada Kekurangan, Bupati Tegaskan RSUD Baru Tanjung Redeb Tetap Beroperasi Mei 2026

Dia juga meminta agar predikat KLA tidak langsung dianggap sebagai prestasi dan tujuan utama. Namun menurutnya, yang paling penting adalah bisa memastikan anak-anak di Berau bisa mendapatkan hak dan perlindungan yang optimal dalam tumbuh kembangnya. 

Bagikan:
Berita Terkait