Kerja Sama Pendidikan Pilot Dibahas, Pemkab Kubar Buka Peluang Cetak Pilot Lokal

diterbitkan: Selasa, 9 Juni 2026 02:42 WITA
Bupati Kubar, Frederick Edwin didampingi Kepala Dishub menerima kunjungan dari PT Proflight Indonesia. (Foto: Diskominfo Kubar)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) menyatakan dukungannya terhadap tawaran kerja sama pendidikan pilot yang diajukan PT Proflight Indonesia.

Program ini dinilai membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk meniti karier di dunia penerbangan, sekaligus menjadi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal Kubar.

Hal ini mengemuka saat Bupati Kubar, Frederick Edwin menerima kunjungan kerja jajaran PT Proflight Indonesia yang dipimpin Capt. Juliawan K di Kantor Bupati Kubar, Selasa (9/6/2026). Turut hadir Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar Rita Nursandy, serta Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan Bernard R. Purba.

Baca juga  Disambut Adat Mopotilolo, Wabup Kubar Apresiasi Keramahan Tuan Rumah PENAS KTNA XVII

Bupati Frederick menyatakan program tersebut merupakan kesempatan yang baik bagi putra-putri Kubar yang memiliki minat di dunia penerbangan. Menurutnya, kehadiran pilot asal daerah dapat menjadi aset penting bagi pengembangan sektor transportasi udara di Kubar pada masa mendatang.

“Harapannya memang ada satu atau dua putra daerah yang bisa mengikuti pendidikan ini. Tentu tetap ada standar yang harus dipenuhi, baik dari sisi kemampuan maupun kondisi fisik, karena profesi pilot memiliki persyaratan khusus,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dishub Kubar, Rita Nursandy menambahkan, pemerintah daerah akan membahas lebih lanjut peluang kerja sama tersebut, termasuk soal dukungan pendanaan yang diperlukan.

Baca juga  Musrenbang Tematik RKPD 2027, Pemkab Kubar Tampung Aspirasi Kelompok Rentan

“Untuk teknis pembahasannya nanti akan dilakukan bersama tim anggaran agar program dapat dikaji secara menyeluruh,” tuturnya.

Pemkab Kubar juga membuka peluang pengembangan pendidikan penerbangan di daerah pada masa mendatang. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan rute penerbangan yang telah tersedia, seperti Balikpapan – Samarinda – Melak, untuk mendukung kegiatan praktik penerbangan sekaligus memperkuat konektivitas udara di wilayah Kubar.

Program ini ditujukan bagi lulusan SMA yang memenuhi persyaratan pendidikan pilot dan diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak tenaga penerbangan asal Kubar yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Baca juga  Ragam Cara Pemerintah ‘Dongkrak’ Kualitas Pendidikan, dari Revitalisasi hingga Digitalisasi

Dalam pemaparannya, pihak perusahaan menjelaskan pendidikan dasar pilot berlangsung selama 18 bulan. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, peserta akan mendapatkan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya hingga memenuhi kualifikasi sebagai pilot maskapai penerbangan nasional.

Selain membuka peluang menjadi pilot komersial, lulusan program dasar juga dapat mengoperasikan pesawat ringan yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti pemantauan sungai, patroli hutan, hingga kegiatan operasional lainnya. (/Adv/Kominfo)

Bagikan:
Berita Terkait