Rakor Stunting 2026, Wabup Kubar Targetkan Zero New Stunting Lewat Penguatan Posyandu

diterbitkan: Kamis, 11 Juni 2026 09:37 WITA
Pemberian penghargaan kepada Kecamatan dan Puskesmas yang berkinerja baik dalam penurunan stunting di Kubar. (Foto: Diskominfo Kubar)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Kantor Bappeda Litbang Kubar, Kamis (11/6/2026).

Lewat kegiatan ini, Wakil Bupati (Wabup) Kubar, Nanang Adriani menegaskan komitmen dari Pemkab Berau untuk melakukan upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor dan peningkatan peran Posyandu.

Penurunan stunting menjadi salah satu prioritas Pemkab Kubar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Melalui rakor ini, pemerintah daerah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi guna memastikan setiap anak memperoleh layanan kesehatan dan gizi yang optimal sejak dini.

Nanang menyampaikan, stunting masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama. Berdasarkan data yang ada, prevalensi stunting di Kubar masih berada pada angka 27,6 persen, sehingga membutuhkan kerja keras seluruh pihak untuk menurunkannya.

Baca juga  Transformasi Posyandu Kelay: Sri Aslinda Gamalis Ajak Semua Pihak Terlibat Aktif

Salah satu faktor penting dalam pencegahan stunting adalah optimalisasi layanan Posyandu. Namun, hingga Februari 2026, capaian D/S Posyandu atau jumlah balita yang datang dan ditimbang dibanding jumlah balita sasaran baru mencapai 46,26 persen.

“Masih banyak balita yang belum terpantau secara rutin pertumbuhan dan perkembangan gizinya. Padahal Posyandu merupakan sarana penting untuk mendeteksi lebih awal risiko stunting maupun masalah kesehatan lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kunjungan Posyandu harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan peran pemerintah kampung, kader Posyandu, puskesmas dan kecamatan agar masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan dasar tersebut.

Baca juga  Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Kecamatan Damai Evaluasi Kinerja dan Realisasi Anggaran Triwulan II

Selain meningkatkan partisipasi masyarakat, pemerintah juga berupaya memperkuat kapasitas kader Posyandu, memastikan ketersediaan sarana pengukuran yang sesuai standar, serta membangun integrasi data lintas sektor.

Hal ini perlu dilakukan agar penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Lewat penguatan Posyandu, Nanang menargetkan dapat terwujud Zero New Stunting di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas masyarakat, hingga daya saing daerah di masa depan.

Kegiatan ini dihadiri kepala perangkat daerah, camat, perwakilan puskesmas, pemerintah kampung, kader Posyandu, serta unsur terkait lainnya. Selain untuk evaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan, lewat rakor ini juga sekaligus disusun langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting di seluruh wilayah Kubar.

Baca juga  Rute Samarinda-Melak Resmi Dibuka, Kubar Siap Tumbuh

Di akhir kegiatan, Pemkab Kubar memberikan penghargaan kepada kecamatan dan puskesmas yang menunjukkan kinerja terbaik dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Untuk kategori penginputan aksi konvergensi stunting terbaik, penghargaan pertama diraih Kecamatan Penyinggahan. Kemudian yang kedua Kecamatan Tering dan yang ketiga Kecamatan Linggang Bigung.

Sementara penghargaan puskesmas terbaik berdasarkan capaian D/S tahun 2025 diberikan kepada Puskesmas Penyinggahan sebagai peringkat pertama, Puskesmas Muara Lawa peringkat kedua dan Puskesmas Muara Kedang peringkat ketiga.

Harapannya, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh wilayah untuk terus meningkatkan kinerja dalam mewujudkan generasi Kubar yang sehat, unggul dan bebas stunting. (Adv/Diskominfo Kubar)

Bagikan:
Berita Terkait