NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Maratua Musik Festival (M2F) 2026.
Tak hanya sekedar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga ditarget menjadi mesin penggerak pariwisata, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Berau, khususnya di Pulau Maratua.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Pemasaran dan Kerja Sama Disbudpar Berau, Endah Puspita Sari mengatakan, festival dengan tema ‘Harmonisasi’ ini menghadirkan kegiatan seni budaya, tradisi adat, hingga musik.
“Di sini kita menghadirkan wadah untuk pemberdayaan masyarakat lokal, jadi tidak hanya fokus pada promosi destinasi wisata semata,” ujar Endah, Jumat (3/7/2026).
Agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat, maka UMKM, komunitas kreatif hingga seniman selalu dilibatkan pada setiap festival. Karena, kegiatan seperti ini mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah.
Promosi potensi wisata bahari Pulau Maratua ini tidak cukup jika hanya mengandalkan keindahan alamnya. Untuk itu, kekayaan budaya pesisir, khususnya budaya Suku Bajau, turut diangkat.
“Ini sebagai identitas yang memperkuat daya tarik destinasi di daerah ini,” katanya.
Disbudpar Berau berharap M2F dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat citra Pulau Maratua sebagai destinasi wisata unggulan di Berau.
Sementara itu, Camat Maratua, Ashari menilai, kehadiran M2F ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah lebih luas lagi.
“Harapannya kegiatan ini terus berkembang, supaya semakin banyak wisatawan yang datang ke Maratua dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” tuturnya.
Masih akan ada sejumlah penampilan musisi nasional yang akan hadir di kegiatan ini, selain Arvian Dwi yang tampil pada malam Jumat 3 Juli 2026, juga hadir Stevan Pasaribu sebagai penampil utama pada puncak acara, Sabtu 4 Juli 2026. (*/adv)






