Kembangkan Potensi yang Ada di Kampung-Kampung di Berau, Pemkab Rencana Libatkan Konsultan Profesional

diterbitkan: Sabtu, 8 November 2025 03:55 WITA
Melihat potensi pengembangan ekraf dan wisata di Pesisir Selatan (Dok: Prokopim Berau)

BERAU – Dalam upaya mendukung pengembangan potensi yang ada di seluruh kampung yang ada di Bumi Batiwakkal, Pemkab Berau menyiapkan sejumlah langkah strategis. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menerangkan pihaknya berencana untuk menggandeng konsultan profesional dalam membantu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi unik di setiap kampung.

“Konsultan yang harus bisa terjun langsung ke masyarakat di kampung-kampung. Supaya bisa terlihat bagaimana potensi yang dimiliki kampung tersebut,” tutur Bupati.

Baca juga  Target Investasi Rp5 Triliun Hingga Akhir 2025, Pariwisata dan Perkebunan Masih jadi Andalan

Sri Juniarsih menerangkan, rencana tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah serius untuk merancang pembangunan yang tepat sasaran dan berbasis data. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya melihat keunikan setiap kampung secara spesifik, agar strategi pengembangan bisa lebih maksimal.

“Saya yakin, tiap-tiap kampung di Berau pasti punya potensi yang beda-beda. Mulai dari Sumber Daya Alam, Wisata Bahari dan produk-produk unggulan mereka melalui para pelaku UMKM,” sambungnya.

Baca juga  Bupati Berau Tekankan Peran ASN Sebagai Pelayan Masyarakat di Peringatan HUT ke-54 KORPRI

Orang nomor satu di Bumi Batiwakkal tersebut memberi contoh beberapa kampung yang sudah berhasil mengangkat potensi lokal mereka, seperti Kampung Dumaring yang dikenal dengan batik khas, serta produk inovatif seperti gelas dari limbah kayu ulin, gula merah, dan madu berkualitas tinggi.

Dia menjelaskan, nantinya kehadiran konsultan bukan hanya memberikan analisis teknis, namun juga membantu membentuk sistem pemetaan potensi kampung yang berbasis data serta kebutuhan nyata masyarakat.

Baca juga  Disbudpar Berau Pastikan Pengembangan Kawasan Wisata Terapkan Prinsip Kelestarian Alam dan Lingkungan

“Kalau kita pakai pandangan tenaga profesional, kita bisa lebih memahami kampung ini pengembangan potensinya bagusnya diarahkan ke mana,” ucapnya lagi.

Dirinya pun menyampaikan bahwa langkah ini pun menjadi bagian dari transisi ekonomi daerah yang sebelumnya sangat bergantung pada sumber daya alam, khususnya batu bara, menuju sektor lain seperti pariwisata dan ekonomi kreatif. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait