NUSANTARA TERKINI – Pariwisata merupakan salah satu unggulan Kabupaten Berau dalam proses transisi ekonomi dari sektor pertambangan.
Untuk itu, fasilitas pendukung pada sektor wisata terus dibenahi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan wisatawan yang berkunjung mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, pemenuhan sarana dan prasarana di kawasan wisata Berau masih menjadi atensi pemerintah daerah.
Agar kondisi fasilitas di setiap destinasi berada pada tingkatan yang sama, maka pemerintah daerah secara bertahap akan terus melakukan pembenahan.
“Pembenahan akan kita lakukan secara berkesinambungan. Saat ini pengerjaan fasilitas pariwisata telah berjalan di 12 titik penataan,” kata Yudha.
Sementara untuk 4 titik pengembangan lainnya masih dalam tahap penyelesaian administrasi karena masih harus dilakukan proses lelang.
Untuk tahun ini, pembangunan fasilitas menyasar sejumlah kawasan strategis. Di antaranya Gusung Sanggalau serta Pulau Derawan.
Selain itu juga ada di wilayah pedalaman. Di Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, pemerintah akan membangun fasilitas pendukung Festival Bekudung Betiung.
“Termasuk dermaga di kawasan Danau Tumbit Dayak, toilet dan penataan halaman,” tuturnya.
Pembenahan infrastruktur pariwisata turut menyasar Kampung Bena Baru melalui pembangunan gapura. Sementara di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay dilakukan pembangunan boardwalk sekaligus rehabilitasi dermaga.
Sejumlah destinasi lainnya juga masuk dalam program penataan. Di antaranya Danau Tulung Ni Lenggo, kawasan mangrove Kampung Tembudan, Danau Beribit di Kampung Sukan Tengah, serta Kompleks Makam Belanda dan gedung bioskop di Kecamatan Teluk Bayur.
Untuk pos jaga Tepian Teratai, prosesnya kini memasuki tahap evaluasi. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 13 lokasi yang menjadi sasaran pembangunan dan pembenahan fasilitas wisata tahun ini. (*/adv)






