Berau Integrasikan Pengeringan, Penyimpanan dan Penggilingan Padi di Buyung-Buyung

diterbitkan: Rabu, 26 Agustus 2026 09:26 WITA
Pemkab Berau akan membangun gudang padi di Buyung-Buyung tahun ini. (Foto: Dok Prokopim Berau)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau merencanakan akan membangun gudang padi bari di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar pada tahun ini.

Lewat pembangunan fasilitas ini akan terintegrasi antara pengeringan, penyimpanan dan penggilingan padi atau gabah hasil pertanian. Karena, gudang penyimpanan akan dibangun di area yang sama dengan rumah pengering dan penggilingan padi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini. Menurutnya, fasilitas ini dibutuhkan karena meningkatnya aktivitas pengolahan padi petani Buyung-Buyung.

Baca juga  Berau Tata Ulang Pariwisata, Ekonomi Warga hingga Konservasi Jadi Prioritas

“Gudang penyimpanan ini kita bangun untuk mendukung fasilitas pengeringan dan penggilingan yang sudah ada. Jadi seluruh proses pascapanen nanti akan terintegrasi di satu titik,” kata Lita.

Tim dari DTPHP Berau sudah melakukan pengecekan lokasi pembangunan gudang ini. Tahapan persiapan teknis juga tengah dipersiapkan. Jika tak ada aral, pengerjaan fisik bangunan akan segera dimulai.

Baca juga  Bupati Sri Dorong Hilirisasi Kakao dan Perikanan Berau

Kenapa Memilih Buyung-Buyung?

Kampung Buyung-Buyung dipilih Pemkab Berau untuk lokasi pembangunan gudang penyimpanan gabah tentu bukan tanpa alasan.

Pemilihan kawasan tersebut disesuaikan dengan potensi produksi padi yang cukup besar. Buyung-Buyung merupakan salah satu sentra produksi padi di Berau yang terus berkembang.

Kawasan itu memiliki hamparan persawahan sekitar 500 hektare dengan kegiatan budidaya yang berjalan secara berkelanjutan. Tingginya aktivitas produksi perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pascapanen.

Baca juga  Pemkab Berau Dorong BUMK Jadi Penggerak Ekonomi di Tingkat Kampung

Gudang penyimpanan menjadi bagian penting untuk memastikan gabah yang telah melalui tahapan pengeringan dan penggilingan dapat disimpan dalam kondisi yang tetap terjaga.

“Kami akan terus memberikan perhatian terhadap sektor-sektor unggulan daerah. Apa yang kami lakukan ini merupakan bentuk support pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian padi,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait