Pandan Sei Bebanir Bangun Dipoles Jadi Produk Ekonomi Kreatif Berau

diterbitkan: Senin, 7 September 2026 11:58 WITA
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita.

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan kreativitas masyarakat hingga ke tingkat kampung.

Seperti di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, misalnya. Daun pandan dari kampung tersebut yang sebelumnya hanya dimanfaatkan untuk bahan kerajinan tradisional, saat ini didorong untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Terhadap hal ini, Pemkab Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) berkomitmen untuk memberikan pembinaan terhadap pengrajin. Pembinaan terhadap 15 pengrajin dari Sei Bebanir Bangun ini berlangsung selama tiga hari.

Baca juga  Pelaku UMKM Berau Masih Memerlukan Dukungan Perbankan dan Pihak Swasta

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan, lewat pendampingan ini, daun pandan Sei Bebanir Bangun dipoles menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai jual di pasaran. Jadi tidak hanya sekedar ada, tapi produk yang dihasilkan harus bisa memenuhi kebutuhan pasar.

“Misalnya (daun pandan) dijadikan bahan dasar untuk membuat tas, cover buku kerja, termasuk kopiah,” kata Eva.

Baca juga  Proyek Rp13,4 Miliar Belum Tuntas, Mimpi Warga Berau Punya Mal Pelayanan Publik Harus Tertunda

Tidak hanya memiliki nilai ekonom, tapi produk yang dihasilkan juga harus bisa dipasarkan lebih luas, baik itu di pasar masyarakat Kabupaten Berau, di perkantoran maupun di pasar luar Kabupaten Berau.

Variasi dari produk yang dihasilkan tentu sangat menentukan. Karena semakin beragam produk yang dihasilkan, maka akan semakin banyak pula pilihan atau bahkan semuanya bisa menarik perhatian konsumen untuk membeli.

Tak hanya berhenti sampai pelatihan berakhir, tapi pendampingan akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga pengrajin menghasilkan produk yang baik dan sesuai standar produk yang layak untuk dijual di pasaran luas.

Baca juga  Produk Olahan Kakao Berau Rambah Pasar Global, Hilirisasi dan Daya Saing Diperkuat

“Kita akan terus melakukan pendampingan. Langkah ini kita lakukan sekaligus untuk mengajak pengrajin untuk mengubah pola pengembangan yang dilakukan,” tuturnya.

Adapun pembinaan yang dilakukan dibiayai melalui pihak ketiga. Ia yakin bahwa kerajinan pandan dari Sei Bebanir Bangun dapat naik kelas jika kualitas, desain hingga pemasaran terus diperkuat. (*/adv)  

Bagikan:
Berita Terkait