Produk Olahan Kakao Berau Rambah Pasar Global, Hilirisasi dan Daya Saing Diperkuat

diterbitkan: Senin, 24 Agustus 2026 08:51 WITA
Ekspor Cacao Nibs, produk olahan kakao Berau ke Swiss lewat Bandara Kalimarau. (Foto: Disbun Berau for NT)

NUSANTARA TERKINI – Kakao lokal Kabupaten Berau mulai mengambil langkah lebih jauh.

Komoditas yang selama ini identik dengan biji kakao kering kini perlahan diarahkan menjadi produk olahan yang memiliki pasar lebih luas.

Langkah tersebut ditandai dengan dilakukannya ekspor atau pengiriman 1,5 ton cacao nibs asal Berau ke Swiss melalui Terminal Kargo Bandara Kalimarau, Sabtu (22/8/2026).

Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya membuka akses kakao Berau ke pasar global sekaligus mendorong agar komoditas perkebunan daerah memiliki nilai tambah lebih tinggi sebelum dipasarkan.

Baca juga  Diskoperindag Berau Gelar Pelatihan Keamanan Pangan, Pastikan Produk UMKM Bisa Diterima Pasar

Pelepasan ekspor cacao nibs tersebut secara resmi dilakukan Bupati Berau, Sri Juniarsih yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkab Berau, Hendratno, yang juga Plt. Kepala Dinas Perkebunan (Dishub) Berau.

Bagi pemerintah daerah, pengiriman cacao nibs ke Swiss memiliki arti lebih dari sekadar aktivitas ekspor.

Produk ini menunjukkan adanya pergeseran arah pengembangan kakao Berau, dari sekadar menjual bahan baku menuju pengolahan yang menghasilkan produk bernilai tambah.

Baca juga  Memberdayakan Ibu Rumah Tangga Lewat Sektor Ekonomi Kreatif, Lebih Mandiri dan Produktif

“Kakao ini salah satu komoditas unggulan Berau pada sektor perkebunan. Dari sisi kualitas, kakao Berau juga memiliki keunggulan,” kata Hendratno.

Menurutnya, biji kakao kering dari perkebunan Berau hasil fermentasi telah memenuhi standar mutu dan memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum.

“Lewat ekspor ke Swiss ini, tentu semangat pelaku usaha untuk meningkatkan luasan areal tanam kakao dengan produktivitas yang tinggi akan terus meningkat,” katanya.

Harapannya, ekspor yang dilakukan ini dapat menjadi bagian dari motivasi bagi petani dan pelaku usaha kakao di Bumi Batiwakkal— nama lain Berau, untuk terus meningkatkan produksinya.

Baca juga  Wujudkan Berau jadi Daerah Inklusif, FOD 2025 Dapat Dukungan Penuh dari DPRD Berau

Hal yang tak kalah pentingnya adalah soal prinsip berkelanjutan. Termasuk pasar global saat ini juga tidak hanya melihat dari sisi kualitas dan kuantitas produk, tapi juga memperhatikan bagaimana komoditas tersebut diproduksi.

Untuk itu, hilirisasi dan daya saing dari kakao itu sendiri akan terus diperkuat. Adapun ekspor ini dilakukan melalui kerja sama dengan PT KHASS bersama Berau Cocoa. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait