Tak Kejar Banyak Titik Wi-Fi, Pemkab Berau Utamakan Kualitas Layanan

diterbitkan: Sabtu, 10 Oktober 2026 09:35 WITA
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mengubah strategi digitalisasi.

Di tengah efesiensi anggaran saat ini, Pemkab Berau memilih tidak mengejar banyaknya titik Wi-Fi, melainkan lebih mengutamakan kualitas layanan.

Dalam kata lain, perubahan pola ini menempatkan perluasan jaringan internet publik untuk sementara belum jadi prioritas dan tidak masuk di fokus program 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi mengatakan, yang menjadi atensi saat ini adalah pengoptimalan jaringan internet publik yang sudah ada.

“Utamanya yang punya fungsi tinggi terhadap pelayanan dan mendukung aktivitas masyarakat. Ini yang kita jaga,” kata Didi.

Baca juga  Hadapi Arus Investasi, Wabup Gamalis Ingatkan SDM Lokal Punya Peran Besar

Ada beberapa titik yang menjadi perhatian, mulai dari kantor kampung, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga ruang publik yang jadi titik kumpul masyarakat.

Tidak dilakukan dengan pembukaan titik baru, tapi lebih kepada optimalisasi jaringan internet yang sudah ada.

Untuk saat ini, penambahan jumlah akses internet bukan menjadi satu-satunya bagian dari kebutuhan utama di tengah tantangan digitalisasi daerah.

“Memastikan jaringan yang sudah ada tetap dalam kondisi stabil dan terawat juga menjadi hal yang perlu menjadi perhatian,” tuturnya.

Baca juga  Anggaran Daerah Seret, Pemkab Berau Bakal Tarik Uang Parkir di Tepian Ahmad Yani

Terhadap hal ini, Diskominfo Berau tetap mengalokasikan anggaran untuk merawat jaringan Wi-Fi publik yang dipertahankan agar layanan internet dapat berfungsi secara optimal.

Kebijakan ini dipandang lebih efektif ketimbang memperluas jaringan tanpa diimbangi ketersediaan dana pemeliharaan yang mencukupi.

Didi menegaskan, upaya digitalisasi di Kabupaten Berau akan terus berjalan, tapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah.

Karena itu, menjaga mutu dan keberlanjutan layanan menjadi perhatian utama dibandingkan sekadar menambah jumlah titik akses internet.

Baca juga  Pemkab Berau Dorong Petani Sawit Optimalkan Hasil Kebun yang Ada

Ia juga berharap fasilitas Wi-Fi publik yang masih beroperasi dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.

Selain memenuhi kebutuhan internet sehari-hari, jaringan tersebut diharapkan membantu kegiatan belajar, memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintahan, serta membuka peluang untuk menunjang kegiatan ekonomi warga.

Dengan penyesuaian strategi ini, Pemkab Berau tetap melanjutkan transformasi digital, namun dengan pendekatan yang lebih terukur.

Di tengah keterbatasan anggaran, capaian digitalisasi tidak lagi semata-mata dilihat dari jumlah jaringan yang tersedia, tapi dari kualitas layanan dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait