NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Salah satu gerakan nyata yang dilakukan adalah mengucurkan dana Rp200 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau untuk membangun rumah gilingan padi permanen di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar.
Fasilitas untuk sektor pertanian ini dibangun oleh Dinas Pangan Berau lantaran yang ada saat ini dinilai sudah tidak layak, karena atap dari bangunan itu sudah bocor serta sejumlah fasilitas lainnya juga sudah banyak yang rusak.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Berau, Basri mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas hasil panen petani.
“Dipilihnya Kampung Semurut tentu bukan tanpa alasan. Salah satunya karena daerah ini memiliki potensi besar sebagai tempat pengembangan sawah baru,” ujar Basri.
Tentu, kehadiran rumah gilingan padi yang representatif akan berdampak pada kualitas beras yang dihasilkan. Kalau dibiarkan dengan kondisi atap bangunan yang bocor, gabah yang disimpan di dalamnya akan berpotensi rusak.
“Kalau kena air hujan, pasti kualitas beras yang dihasilkan akan menurun. Jika ini terjadi, maka pengaruhnya bisa panjang hingga harga jual yang bisa saja turun,” jelasnya.
Adapun yang dikerjakan saat ini hanya membuat bangunannya. Sementara untuk mesinnya masih menggunakan yang lama karena kondisinya masih dalam keadaan baik.
“Jadi kalau bangunannya nanti sudah selesai, maka mesin yang ada ini akan dipindahkan ke tempat yang baru,” sebutnya.
Saat ini tahapannya maaih pada survei lokasi dan pengurusan hibah lahannya. Hal yang menjadi atensi khusus di sini adalah persoalan hibahnya, karena proses pembangunan baru akan dimulai jika hibah lahannya sudah klir.
Kebutuhan lahan untuk rumah gilingan padi itu sekitar 20 x 45 meter. Setelah nanti bangunan itu rampung, maka pengelolaan rumah gilingan padi itu akan diserahkan kepada Gapoktan setempat. (*/adv)






