Pemkab Berau Pastikan Stok dan Mutu Beras Aman untuk Masyarakat

diterbitkan: Kamis, 21 Agustus 2025 03:21 WITA
Aktivitas pertanian di Kampung Buyung-Buyung, Berau.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan bahwa stok dan mutu pangan, khususnya komoditas beras di Berau berada pada posisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal itu terungkap saat Focus Group Discussion (FGD) tentang ketersediaan dan mutu beras yang digelar Dinas Pangan di Tanjung Redeb pada Rabu (20/8/2025). Sejumlah pihak dilibatkan dalam kegiatan ini, mulai dari Bulog, pedagang hingga distributor.

Kondisi aman untuk stok dan mutu beras ini disampaikan Plt. Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Warji mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih berdasarkan laporan yang diterima dari Bulog.

Baca juga  Bupati Sri Minta Koperasi di Berau Konsisten Bantu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Berdasarkan hasil diskusi yang kita lakukan ini, dapat dipastikan bahwa untuk stok beras di Berau masih aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Warji.

Pada kesempatan itu, Warji juga menekankan soal mutu dari beras yang dijual di masyarakat. dalam hal ini, distributor serta para pedagang juga diminta untuk memperhatikan kualitas atau mutu dari beras yang dijual, bukan hanya fokus pada ketersediaan.

Baca juga  Wabup Gamalis Minta PLN Bangun SUTM di Tumbit Dayak 

“Jadi, selain soal ketersediaan, mutu dari beras itu juga penting. Termasuk soal HET (harga eceran tertinggi), itu juga harus jadi atensi, jangan sampai ada yang menjual di atas HET,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan mengatakan, berdasarkan hasil dari koordinasi yang dilakukan dengan Bulog, stok beras di Berau ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2025 ini.

Kendati demikian, Rakhmadi tetap memberikan atensi terhadap pengawasan di lapangan utamanya yang berkaitan dengan penerapan HET oleh pedagang. Hal ini dinilai penting agar masyarakat selaku konsumen tidak dirugikan.

Baca juga  Koperasi Merah Putih Miliki Peluang Akses Modal dari Himbara, Bupati Sri: Ini Peluang

“Soal harga ini jadi prioritas kita. Jangan sampai ada yang menjual di atas HET, kami akan pantau itu,” tegasnya.

Harapannya, lewat FGD kali ini, hubungan komunikasi dan koordinasi antar sejumlah pihak terkait dapat lebih diperkuat. Selain untuk melakukan evaluasi, forum pertemuan ini juga diharapkan dapat memberi solusi terhadap sejumlah persoalan yang berpotensi terjadi. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait