BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyambut baik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Berau. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat untuk pelajar-pelajar di Berau. Namun juga membuka peluang ekonomi baru untuk para petani di Bumi Batiwakkal.
Dia menjelaskan, petani dan koperasi di Berau bisa mengambil peran untuk menjadi penyedia utama pasokan pangan. Karenanya, program MBG menjadi salah satu upaya strategis Pemkab berau dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, sehat dan berdaya saing.
“Karena itu, saya minta kepada seluruh perangkat daerah untuk bisa bergerak bersama-sama sesuai dengan perannya, untuk bisa mensukseskan pelaksanaan MBG di Berau,” kata Sri Juniarsih.
Orang nomor satu di Berau ini juga meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa menjadi pusat edukasi dan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu dapur SPPG yang telah beroperasi di Jalan Karang Mulyo diharapkannya bisa menjadi proyek percontohan.
Jika sistem ini matang, maka Pemkab menargetkan perluasan layanan ke seluruh kecamatan dengan potensi mencapai 80 ribu pelajar setiap harinya.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan mengungkapkan, kebutuhan pangan akan melonjak tajam seiring meluasnya penerapan dapur SPPG dan ini merupakan peluang emas bagi petani lokal.
“Kalau semua dapur berjalan, otomatis butuh banyak bahan pangan segar. Pisang, jeruk, dan semangka bisa jadi komoditas andalan dari petani Berau. Selain itu, kebutuhan telur juga akan meningkat drastis karena hampir semua menu memerlukan telur, baik sebagai lauk maupun campuran masakan,” jelasnya.
Untuk menjaga mutu pangan, Pemkab Berau mengandalkan tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) yang bertugas menelusuri asal usul pasokan, baik dari petani lokal maupun luar daerah.
“Program ini bukan hanya soal memberi makan anak sekolah, tapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah melalui pertanian dan koperasi lokal,” pungkas Rakhmadi. (adv)





