Belum Ada SPBU di Penyinggahan, Bupati Kubar Tegaskan Segera Cari Solusi

diterbitkan: Selasa, 28 Juli 2026 10:35 WITA
Proses pengisian BBM di SPBU.

NUSANTARA TERKINI – Masyarakat Kecamatan Penyinggahan hingga kini masih membeli BBM subsidi jenis Pertalite dengan harga jauh di atas harga resmi, utamanya para nelayan.

Hal ini disebabkan oleh ketiadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di Kecamatan Penyinggahan.

Kondisi ini memicu keluhan masyarakat yang berharap pemerintah segera menghadirkan akses BBM bersubsidi di wilayah mereka.

Menyikapi hal itu, Camat Penyinggahan, Edy Murhamdi mengatakan, persoalan distribusi BBM menjadi salah satu aspirasi terbesar yang diterimanya sejak menjabat sekitar dua bulan lalu.

Baca juga  Musrenbang Tematik RKPD 2027, Pemkab Kubar Tampung Aspirasi Kelompok Rentan

Menurutnya, warga selama ini bergantung pada pasokan Pertalite dari Kecamatan Muara Pahu hingga Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Karena di Penyinggahan belum memiliki SPBU maupun APMS, masyarakat harus membeli BBM dari luar daerah. Akibatnya, harga Pertalite di tingkat eceran mencapai sekitar Rp16 ribu per liter,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat, khususnya nelayan yang setiap hari bergantung pada BBM untuk mencari ikan di Sungai Mahakam.

Baca juga  Gubernur Kaltara Tegaskan Pengangkutan BBM Harus Gunakan Pesawat Khusus

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat menghadirkan layanan penyaluran BBM bersubsidi di Penyinggahan.

“Kami berharap nelayan bisa menikmati Pertalite bersubsidi dengan harga sekitar Rp10 ribu per liter melalui SPBU atau APMS,” harapnya.

Keluhan serupa disampaikan nelayan Penyinggahan, Saripudin. Ia mengaku kesulitan memperoleh Pertalite bersubsidi. Kalaupun tersedia, harganya jauh lebih mahal dibandingkan harga resmi di SPBU maupun APMS.

“Selisihnya mencapai Rp6 ribu per liter. Kami membeli sekitar Rp16 ribu, sedangkan di SPBU hanya Rp10 ribu per liter,” katanya.

Baca juga  SPBU Tak Buka 24 Jam, Pedagang Eceran Jadi Penyelamat Pekerja Subuh di Berau

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin memastikan pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi atas persoalan distribusi BBM di wilayah yang belum terlayani.

“Terkait pendistribusian BBM di wilayah Kubar, tentu akan kami upayakan penanganannya melalui koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah provinsi agar masyarakat mendapatkan akses BBM bersubsidi dengan lebih mudah,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kubar)

Bagikan:
Berita Terkait