NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) saat ini tengah memetakan kawasan yang direncanakan untuk pengembangan kakao.
Langkah ini dilakukan menyusul keberhasilan Berau mendapatkan alokasi 200 hektare lahan untuk pengembangan komoditas kakao dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Jika tak ada aral, penanaman perdana akan dilakukan pada November atau selambat-lambatnya pada awal Desember 2026.
Dijelaskan Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, saat ini sudah ada tiga daerah yang masuk dalam pemetaan rencana pengembangan kakao tersebut, yakni Sambaliung, Kelay dan Gunung Tabur.
Dalam hal ini, potensi dan kondisi wilayah menjadi pertimbangan sebelum kawasan pengembangan itu ditetapkan.
“Pengembangan ini tidak difokuskan di satu kawasan, tapi tersebar di beberapa kecamatan. Tentunya yang pertama kita lihat itu potensi dan kondisi lahan,” kata Mansur.
Dalam perluasan areal perkebunan kakao ini, hal yang pertama harus dipastikan itu lahannya sesuai dengan karakter kakao. Ini penting agar hasilnya dapat dinikmati secara berkelanjutan dan sekaligus memperkuat komoditas kakao di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.
“Hadirnya kawasan perkebunan kakao baru ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi atau hasil dari kebun masyarakat,” tuturnya.
Selain Kakao, DIskan Berau juga mencatat bahwa pemerintah pusat juga memberikan dukungan alokasi pengembangan kelapa dalam seluas 200 hektare untuk Berau.
“Untuk kelapa ini akan lebih kita arahkan ke kawasan pesisir yang memiliki karakteristik lahan sesuai untuk perkebunan kelapa,” katanya.
Ada dua daerah yang menjadi target sebagai kawasan pengembangan kelapa dalam, yakni Biduk-Biduk dan Talisayan. Tapi, saat ini program tersebut masih menunggu tahapan lanjutan.
“Dengan dukungan dari pemerintah pusat ini, harapan kita perkebunan di Kabupaten Berau dapat hadir sebagai solusi dalam menciptakan sumber pendapatan baru masyarakat,” pungkasnya. (*/adv)






