NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai melirik pengembangan kopi liberika sebagai komoditas perkebunan baru yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi sektor perkebunan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Mansur Tanca mengatakan, pengembangan kopi liberika akan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam beberapa tahun mendatang.
“Insha Allah pengembangan kopi akan kita dorong,” kata Mansur.
Adapun yang harus menjadi atensi di sini, sebuah komoditas harus memiliki identitas produk yang baik atau branding untuk bisa menarik pasar domestik maupun global.
“Saya rasa, kita harus branding. Salah satunya lewat media sosial Instagram. Jika sudah siap, kita akan dorong,” tuturnya.
Namun, yang menjadi tantangan di sini sebenarnya bukan hanya kualitas, tapi juga kuantitas, yaitu harus diperbaiki dahulu bagian hulunya. Artinya, kebunnya harus lebih diperluas dan diperbanyak agar hasil atau produktivitasnya bisa tinggi.
“Jadi kalau ada permintaan di pasar domestik atau global, dari sisi kuantitas kita tetap bisa penuhi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, pengembangan kopi ini sudah didiskusikan dengan inspirasi dari pengusaha kopi yang menggunakan ragam varian.
“Kita ingin pengusaha kopi menyediakan kopinya dan masyarakat datang untuk mencicipi semua kopi yang disediakan,” sebutnya.
Harapannya, saat Pemkab Berau menggelar acara yang mengundang banyak orang, kopi hadir sebagai suguhan utama. Targetnya, orang yang mengonsumsi kopi tersebut bisa tertarik dengan kopi.
“Termasuk suguhan kopi juga bisa diterapkan bagi wisatawan di ruang tunggu bandara atau dermaga. Di situ kita siapkan kopi khusus untuk wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan,” pungkasnya. (*/adv)






