NUSANTARA TERKINI – Ekosistem olahraga elektronik di Bumi Batiwakkal menorehkan tinta emas baru. Gelaran turnamen bergengsi Kapolres Berau Esports Competition yang dirangkai bersamaan dengan Kapolri Cup 2026 resmi berakhir dan ditutup dengan meriah di Ruang Rupatama Polres Berau, Minggu malam (28/6/2026).
Ajang yang diinisiasi untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut sukses menyedot perhatian masif dan mencetak rekor baru.
Pengurus Kabupaten (Pengkab) Esports Indonesia (ESI) Berau bahkan melabeli turnamen esports berau kali ini sebagai salah satu panggung kompetisi terbesar dan paling megah yang pernah diselenggarakan sepanjang sejarah perkembangan dunia game lokal di Kabupaten Berau.
Ledakan Seribu Atlet dari Tiga Divisi Game Populer
Klaim sebagai turnamen terbesar tersebut didasarkan atas membeludaknya volume kepesertaan yang mencapai total 1.034 atlet. Para talenta digital lokal ini terbagi dan bersaing sengit di bawah tiga divisi game yang tengah naik daun di tanah air.
Rincian kompetisi mencakup divisi Mobile Legends yang mempertemukan tak kurang dari 115 tim, divisi PUBG Mobile yang meloloskan pertarungan 52 tim taktis, serta nomor individu eFootball Mobile yang diikuti oleh 42 peserta simulator sepak bola.
Kejuaraan ini juga menjadi magnet kuat berkat tawaran stimulus total hadiah pembinaan yang menyentuh angka Rp30 juta.
Sekretaris ESI Berau, Dwi Rizky Ananda, menyampaikan rasa takjub sekaligus apresiasi tertingginya kepada jajaran Kepolisian Resor Berau yang telah memberikan ruang kompetisi berskala masif bagi komunitas gamer di daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Berau beserta jajaran atas terselenggaranya turnamen ini. Ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan panggung esports terbesar yang pernah mencatatkan sejarah di Berau, sekaligus bukti nyata dukungan Polri terhadap perkembangan bakat pemuda di Kabupaten Berau,” aku Dwi Rizky bangga.
Resmi Dikunci Jadi Agenda Tahunan Piala Bergilir
Membeludaknya partisipasi pemuda ini dinilai Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, sebagai sinyal kuat bahwa Kabupaten Berau menyimpan lumbung potensi atlet digital terpendam yang menjanjikan di masa depan.
Guna merespons animo luar biasa tersebut, AKBP Ridho menegaskan bahwa komitmen Korps Bhayangkara tidak akan mandek sebagai program temporer satu kali jalan. Pihaknya siap mengawal wadah ini menjadi saluran inkubasi bakat yang berkelanjutan.
“Antusiasme peserta yang menembus angka seribu orang ini adalah bukti konkret besarnya potensi generasi muda kita di dunia olahraga elektronik. Ke depan, kami pastikan Kapolres Berau Esports Competition akan ditetapkan menjadi agenda tahunan resmi dengan memperebutkan Piala Bergilir Kapolres Berau. Ini simbol komitmen kami untuk terus mengawal pembinaan atlet lokal menuju pentas nasional,” tegas Ridho.
Senada, Kasat Intelkam Polres Berau, AKP Chandra Buana, menggarisbawahi sisi positif dari pemanfaatan teknologi digital melalui jalur prestasi. Kompetisi terstruktur ini dipandang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan jiwa sportivitas tinggi bagi generasi z.
“Turnamen ini adalah wujud nyata dukungan Polri dalam mengarahkan energi kreatif anak muda ke jalur yang produktif. Kami ingin esports di Berau tumbuh sebagai wadah prestasi, sportivitas, sekaligus mempererat sinergitas positif antara Polri, komunitas, dan elemen masyarakat,” tutur Chandra.
Acara penutupan yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif tersebut diakhiri dengan prosesi penyerahan piala tetap, sertifikat penghargaan, serta dana pembinaan bagi masing-masing tim dan pemain yang berhasil menyabet predikat jawara.(*)






