Deteksi Dini Penyakit Ikan Budidaya, Pemkab Berau Siapkan Tim dan Peralatan Khusus

diterbitkan: Rabu, 15 Juli 2026 01:55 WITA
Sejumlah ikan milik Nelayan keramba di Bujangga Berau mati akibat pencemaran sungai 2019 lalu. (Foto: Zuhrie/NT)

NUSANTARA TERKINI – Usaha ikan budidaya menjadi salah satu sumber penghasilan sebagian warga di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini.

Namun, para pembudidaya ikan di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau ini kerap dihadapkan dengan berbagai persoalan, salah satunya kematian ikan yang terjadi tanpa gejala.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) menyiapkan tim dan peralatan khusus untuk melakukan pemeriksaan sebagai upaya memperkuat layanan deteksi dini terhadap penyakit ikan di lokasi budidaya.

Baca juga  Dukung Pariwisata dan Perikanan Wilayah Kepulauan, Pemkab Berau Apresiasi Program Pertamina

Demikian disampaikan Kepala Diskan Berau, Abdul Madjid beberapa waktu lalu. ia menyampaikan, jika ada kasus yang terjadi atau ada indikasi ikan terserang penyakit, pembudidaya diminta untuk segera melapor ke pemerintah daerah, dalam hal ini Diskan Berau.

“Kalau ada laporan yang masuk, kami akan turunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut,” ujar Abdul Madjid.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, petugas juga akan mengambil sample, baik itu dari ikan yang mati maupun air kolam dari lokasi budidaya tersebut untuk kemudian diteliti atau diperiksa di Balai Karantina.

Baca juga  Digitalisasi Sistem Absensi ASN, Diskominfo Berau Perkenalkan iPresensi yang Lebih Efektif

“Ini langkah yang kita lakukan untuk mengetahui penyebab kematian ikan ini. Jadi hasil uji lab ini yang nanti kita gunakan sebagai acuan dalam menentukan langkah penanganan ke depannya,” kata Abdul Madjid.

Harapannya, lewat uji laboratorium yang dilakukan, penyebab kematian ikan-ikan itu dapat diketahui secara pasti, apakah karena penyakit, hama, kualitas air yang tidak sesuai atau disebakan oleh faktor masalah lingkungan lainnya.

Baca juga  Bupati Berau Mau Semua Kampung di Berau Teraliri Listrik, Wujudkan Pemenuhan Akses Listrik ke Seluruh Masyarakat

PENGAMBILAN SAMPLE RUTIN DUA KALI SETAHUN

Selain menyikapi laporan adanya ikan-ikan yang mati dari pembudidaya, Diskan Berau juga melakukan pengambilan sample secara rutin dua kali dalam setahun, yakni pada pertengahan dan akhir tahun.

“Pengambilan sampel dua kali dalam setahun ini sebagai upaya kita untuk memantau kesehatan ikan budidaya secara berkala,” jelasnya.

Harapannya, dengan upaya deteksi dini yang dilakukan, serangan penyakit atau hama terhadap ikan budidaya ini dapat lebih awal dicegah. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait