Dinas Perikanan Dorong Produksi Udang Windu di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung

diterbitkan: Selasa, 18 November 2025 04:04 WITA
Hasil budidaya udang windu milik masyarakat Berau (IST)

BERAU – Dinas Perikanan (Diskan) Berau memastikan komitmennya untuk mengembangkan produksi sektor perikanan, termasuk untuk komoditas dari air tawar. Hal tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan  Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)  dan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, untuk mengoptimalkan budidaya udang windu di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung.

Kerja sama tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan pelatihan untuk para pembudidaya udang di kampung tersebut. Hal lebih menariknya, kegiatan pelatihan ini juga diikuti oleh aparatur sipil dari Dinas Perikanan, dan pemerintah kampung Suaran.

Baca juga  Disbudpar Berau Dorong Peningkatan Investasi di Kawasan Pesisir, Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Kabid Budidaya Diskan Berau, Budiono menuturkan, pelatihan tersebut diberikan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman teknis budidaya udang windu kepada aparatur teknis dan pembudidaya unggulan.

“Kita mau ada proses transfer ilmu, terutama tentang pengetahuan teknis. Sehingga pelaku usaha dan budidaya ini bisa lebih optimal dalam hasil panennya nanti,” terang Budiono.

Salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah Teknik penokolan udang windu. Penokolan merupakan langkah percepatan dan adaptasi benih pada tahap awal pemeliharaan, yang sangat krusial dalam menentukan keberhasilan budidaya

Baca juga  Konsisten dalam Pengembangan Wisata dan UMKM, Bupati Berau Sabet Penghargaan Nasional

Jika Teknik tersebut nanti sudah bisa diterapkan dengan baik, Budiono berharap terjadi peningkatan signifikan terhadap Survival Rate (SR) atau tingkat kelangsungan hidup udang windu.

“Target SR ada di 20-30 persen. Kalau SR-nya meningkat, semoga bisa memberikan dampak langsung untuk produksi sebesar 10-20 persen,” tambah dia.

Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan menyasar Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan pembudidaya terpilih yang memiliki kemampuan dan kemauan tinggi untuk membantu diseminasi pengetahuan teknis budidaya ke lingkungan sekitarnya.

Baca juga  Bupati Berau Minta Pelaku Kerajinan Anyaman dan Manik Berinovasi, Perhatikan Perkembangan Pasar
Bagikan:
Berita Terkait