NUSANTARA TERKINI – Kebijakan efisiensi anggaran membuat pemerintah daerah di seluruh Indonesia harus ‘mengencangkan ikat pinggang’, tak terkecuali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Kendati demikian, ada beberapa program yang dipastikan akan tetap dijalankan oleh Pemkab Berau, salah satunya pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani.
Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih. Menurutnya, meski sedang efisiensi, tahun ini program pemberian alsintan akan tetap dilanjutkan.
Salah satu alasannya, sektor pertanian, perkebunan dan kelautan dinilai masih jadi industri yang menopang ekonomi Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.
“Ini yang jadi pertimbangan kami, makanya kami berkomitmen pemberian alsintan tetap akan dilanjutkan pada tahun ini,” kata Bupati Sri.
Hanya saja, dengan kondisi fiskal daerah yang ada saat ini, tentu alokasi anggaran yang akan diberikan tidak bisa besar. Untuk itu, bantuan dari pusat sangat dibutuhkan sebagai penopang program kesejahteraan petani dan nelayan tersebut.
“Memang dari dulu kolaborasi anggarannya dari daerah dan pusat. kata Bupati Sri.
Ia mengaku, berdasarkan hasil lobi-lobi yang dilakukan ke pusat, pekebun di Berau mendapat bantuan bibit kakao dan kelapa.
“Ini untuk lahan masing-masing dengan luas 200 hektare. Ini dari pemerintah pusat,” sebutnya.
Ia pun berharap, petani, pekebun, hingga nelayan di Berau tidak patah semangat dengan kondisi anggaran pemerintah daerah saat ini.
“Target swasembada pangan pemerintah pusat sejatinya akan memberikan dampak besar ke daerah. Jadi ini sudah menjadi program prioritas secara nasional,” pungkasnya. (*/adv)





