Pengembangan Kakao Berau Diarahkan Berbasis Agroforestri

diterbitkan: Minggu, 30 Agustus 2026 02:51 WITA
Pengembangan produk kakao asal Berau terus dilakukan. (Foto: Ist)

NUSANTARA TERKINI – Budidaya kakao menjadi salah satu unggulan pada sektor perkebunan Kabupaten Berau.

Saat ini pengembang kakao Berau tengah diarahkan berbasis agroforestri, yakni ditanam berdampingan dengan tanaman lain dalam satu kawasan.

Sistem ini dijalankan Dinas Perkebunan (Disbun) Berau berkolaborasi dengan CAN Borneo melalui program ‘Empowering Farmer for Sustainable Cacao’.

Plt. Kepala Disbun Berau, M. Hendratno mengatakan, potensi kakao di Berau memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga  Scout Run 2026 Gelaran Kwarcab Berau Pecah! Ribuan Pelari Tumpah di Jantung Kota

“Makanya petani perlu diberi pengetahuan tentang budidaya kakao yang baik dan benar serta berkelanjutan,” kata Hendratno.

Oleh karena itu, sistem agroforestri dapat menjadi salah satu pilihan karena dalam pengelolaan kebun tidak hanya berorientasi pada satu jenis tanaman, melainkan diisi beberapa jenis tanaman dalam satu kawasan.

Hal ini tentu akan memberikan peluang tambahan pendapatan bagi petani. Makanya pendampingan secara langsung kepada petani menjadi hal yang perlu untuk dilakukan dan diperkuat.

Baca juga  Bupati Berau Mau Semua Kampung di Berau Teraliri Listrik, Wujudkan Pemenuhan Akses Listrik ke Seluruh Masyarakat

Harapannya, dengan mendapat pelatihan, para petani tidak hanya paham secara teori, tapi juga bisa menetapkannya pada praktik perkebunan di lapangan.

“Kita upayakan akan terus melakukan pendampingan agar keterampilan petani dapat terus terasah dan semakin kuat,” tuturnya.

Dalam hal ini, sudah ada beberapa kampung yang menjadi sasaran pelatihan, di antaranya Kampung Sido Bangen, Long Beliu/Long Gie dan Lesan Dayak.

Lewat pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teknis, tapi juga diajak turun ke lapangan melihat secara langsung penerapan metode tersebut.

Baca juga  Dinas Perikanan Dorong Produksi Udang Windu di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung

Pemerintah kampung, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petugas SIGAP juga dilibatkan dalam kegiatan ini.

Harapannya, kolaborasi ini dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan petani mengenai praktik perkebunan yang lebih adaptif, khususnya pada perkebunan kakao.

“Kita akan terus mendorong peningkatan kapasitas petani agar produktivitas dan kualitas perkebunannya juga berpotensi untuk meningkat,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait