Gamalis Tinjau Produsen Oksigen, Produsen Siagakan Layanan 24 Jam

diterbitkan: Selasa, 8 September 2026 02:58 WITA
Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau produsen oksigen Harapan Prima Jaya di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kamis (3/9/2026).
Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau produsen oksigen Harapan Prima Jaya di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kamis (3/9/2026).

NUSANTARA TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau memastikan ketersediaan pasokan oksigen dan obat-obatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan berada dalam kondisi aman di tengah ancaman kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan, peninjauan langsung ke produsen oksigen Harapan Prima Jaya dilakukan untuk memastikan rantai distribusi dan kesiapan pasokan medis tetap terjaga jika terjadi lonjakan kasus gangguan pernapasan.

“Kami sudah melakukan pengecekan dan produsen juga menyatakan kesiapannya apabila sewaktu-waktu ada kebutuhan tambahan. Jadi bukan hanya melihat stok yang tersedia hari ini, tetapi kita juga memastikan distribusi dan kesiapan pasokan ke depan tetap aman,” kata Gamalis, Kamis (3/9/2026).

Baca juga  Komitmen Jalin Kolaborasi lewat Program BERLIAN, Bupati Sri Terima Penghargaan Paritrana Award 2025

Gamalis menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk tidak menunggu persediaan habis baru melakukan pengadaan ulang, termasuk dalam memastikan kesiapan tabung oksigen.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana fasilitas kesehatan tetap siap menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien dalam beberapa pekan ke depan. Karena itu, kita minta puskesmas dan rumah sakit tidak menunggu stok menipis baru melakukan pengadaan atau pengisian kembali,” ujarnya.

“Tabung juga harus kita perhatikan. Jangan sampai oksigennya tersedia, tetapi tabungnya kurang ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. Jadi ini harus dipantau secara berkala, sehingga ketika ada permintaan dari puskesmas maupun rumah sakit, kita sudah dalam kondisi siap dan tidak mengalami keterlambatan,” imbuhnya.

Baca juga  Cegah Karhutla, BPBD Kaltara Lakukan Mitigasi hingga Pelatihan

Di samping kesiapan medis, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk.

“Pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan dan pasokan medis, tetapi masyarakat juga harus mawas diri. Jangan menunggu kondisi kesehatan memburuk baru mencari pertolongan,” tegasnya.

Direktur Harapan Prima Jaya, Henderi, memastikan proses produksi oksigen berjalan lancar setiap hari. 

“Kami menyesuaikan jumlah produksi dengan kebutuhan di lapangan dan sampai saat ini permintaan dari fasilitas kesehatan masih normal. Pengisian dari puskesmas juga tetap berlangsung seperti biasa,” ujar Hendri.

Baca juga  Korporasi Keruk Kekayaan Tapi Ogah Reboisasi, Deforestasi di Berau Tembus 19,2 Ribu Hektare

Ia telah menyiagakan operasional 24 jam serta menyiapkan generator listrik cadangan jika terjadi lonjakan permintaan secara mendadak.

“Kami tidak hanya melihat kondisi permintaan hari ini. Kalau sewaktu-waktu terjadi peningkatan kebutuhan, kami siap memberikan pelayanan selama 24 jam. Mesin produksi juga dalam kondisi siap, termasuk mesin cadangan dan suku cadang yang kami siapkan untuk mengantisipasi apabila ada kendala teknis,” ungkap Henderi. (*/Adv)

Bagikan:
Berita Terkait