NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) menargetkan kehadiran hilirisasi potensi perikanan di Berau.
Hal ini ditunjukkan dengan dibukannya peluang kepada investor untuk masuk berinvestasi dengan membangun industri pengalengan ikan.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid mengatakan, langkah ini dinilai penting untuk mengubah usaha di sektor perikanan dari penjualan ikan mentah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Jangan sampai potensi perikanan di Berau ini hanya dijual mentah. Langkah ini kita ambil agar hasil tangkapan nelayan kita dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih baik,” katanya.
Lebih dari itu, jika dijual dalam bentuk hasil industri pengalengan, maka hasil perikanan dari nelayan Berau ini dipastikan akan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Di Kampung Tanjung Batu, misalnya. Saat ini sudah mulai dikembangkannya produk pengalengan ikan. Tentu ini bisa menjadi pijakan awal menuju industri pengalengan ikan yang lebih besar di Berau.
“Semoga ada investor yang mau berkolaborasi membangun industri pengalengan ikan di Berau. Kita akan terus melakukan penjajakan untuk itu,” tuturnya.
Saat ini, pengembangan produksi dan lain, sebagainya tengah dipersiapkan. Tapi, yang perlu menjadi atensi di sini, investasi ini tentu tidak bisa hanya mengandalkan ketersediaan fasilitas.
Dalam hal ini, kepastian bahan baku menjadi hal yang utama agar saat sudah terbangun, industri pengalengan ikan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Namun, Berau dengan potensi produksi perikanan yang mencapai 3.500 ton per tahun tentu sudah siap menuju hilirisasi sektor perikanan.
Apalagi dengan keragaman jenis ikan yang ada di perairan Berau. Apabila dikelola dengan cara yang tepat, tentu hal ini dapat menjadi peluang yang luar biasa besar.
“Jadi industri pengalengan ikan yang dibangun harus dipastikan dapat menyesuaikan dengan karakter dari hasil perikanan di Berau,” katanya.
Harapannya, jika industri ini terwujud, manfaatnya tidak hanya pada peningkatan nilai jual dari produk perikanan, tapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat. (*/adv)






