Kembangkan Tenun Sukan Tengah, Diskoperindag Berau Siapkan Penguatan Kelembagaan

diterbitkan: Sabtu, 3 Oktober 2026 05:55 WITA
Para pengrajin di Kabupaten Berau saat membuat kain tenun. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Kerajinan tenun Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Karena produk kerajinan masyarakat ini sangat menarik dan mudah terserap pasar.

Hanya saja, tantangan yang dihadapi saat ini adalah sangat sedikit generasi muda yang mau meneruskan keterampilan menenun tersebut. Hal ini yang menjadi tantangan serius dalam menjaga keberlangsungan sentra tenun di kampung tersebut.

Kondisi ini pun menarik perhatian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau dengan melakukan berbagai upaya agar kerajinan tenun ini tidak punah.

Baca juga  Genjot UMKM, Bupati Minta Instansi Terkait Rutin Berikan Pendampingan untuk Pengrajin Kerajinan Khas Berau

“Bantuan produksi saja tidak cukup untuk pengembangan tenun Sukan Tengah, tapi dibutuhkan sistem pengelolaan yang mampu menjaga keberlangsungan perajinnya,” kata Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita.

Eva mengatakan, melihat kondisi tersebut Diskoperindag Berau akan mempersiapkan penguatan kelembagaan terhadap kerajinan tenun ini dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Lewat cara ini, ditargetkan generasi muda tidak setop hanya sampai mengikuti pelatihan. Tapi dapat menjadi penerus dalam membuat kain tenun ini.

Baca juga  Pelaku UMKM Berau Masih Memerlukan Dukungan Perbankan dan Pihak Swasta

Selain itu, dukungan anggaran hingga pengembangan pasar juga dapat diperkuat secara berkelanjutan dengan hadirnya kelembagaan tersebut.

“Kita dorong generasi muda ini tidak hanya sekedar mengikuti pelatihan menenun, tapi melihat ini sebagai peluang usaha yang bisa menghasilkan,” tuturnya.

Eva menegaskan, jika target regenerasi ini dapat dicapai, maka tenun Sukan Tengah akan dapat dikembangkan sebagai peluang memperkuat ekonomi kreatif kampung lewat tangan-tangan generasi muda.

Baca juga  Diskoperindag Berau Dorong Pengurusan HAKI Produk UMKM

Sementara itu, Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin mengatakan, saat ini penenun didominasi para lansia yang sudah berusia 60-70 tahun. Jika tidak dipersiapkan generasi penerusnya mulai sekarang, potensi tersebut berpotensi hilang.

“Penerus untuk menjadi penenun ini yang hingga sekarang masih jadi PR besar kita,” ungkapnya.

Pastinya, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperkenalkan keterampilan menenun ini. Hanya saja, memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa ‘melahirkan’ generasi muda yang bisa menjadi penerus sebagai penenun. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait