BERAU – Pemkab Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau memperkuat komitmen mereka dalam pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) untuk masyarakat Bumi Batiwakkal.
Kali ini, upaya pengembangan ekraf di Berau diwujudkan dalam pemberian latihan intesif untuk warga Kampung Sukan Tengah dalam pembuatan sarung tenun khas Berau. Pelatihan yang dilaksanakan di awal November 2025 tersebut melibatkan 15 orang peserta yang terdiri dari warga dan calon perajin tenun.
“Mereka diberi bimbingan langsung oleh instruktur yang ahli, dan ini bukan sebatas mengajarkan Teknik menenun. Tapi juga untuk mendukung ekosistem ekraf warga desa supaya bisa mandiri dan berkembang menjadi pelaku UMKM yang memiliki daya saing,” kata Kepala Diskoperindagkop Berau, Eva Yunita.
Eva menerangkan, para peserta dibekali materi komprehensif, mulai dari pengenalan alat, teknik dasar menenun, pemilihan pola dan warna, hingga proses menghasilkan produk sarung tenun yang siap dipasarkan.
Eva menambahkan bahwa Sarung Tenun Berau memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dan pasar kerajinan di daerah ini masih sangat terbuka lebar.
“Tenun bukan hanya kerajinan, tapi bagian dari identitas budaya. Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya bisa membuat, tetapi juga bangga mengenakannya sebagai produk asli Berau,” sambungnya.
Selain teknik produksi, pelatihan juga membekali peserta dengan materi krusial lain, pengemasan produk dan strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan platform digital agar hasil karya dikenal luas. (adv)






