NUSANTARA TERKINI – Pemkab Berau memutuskan menunda pengoperasian RSUD Tanjung Redeb. Jika semula rumah sakit tersebut dijadwalkan beroperasi pada Mei 2026, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengumumkan kemungkinan rumah sakit tersebut baru akan bisa beroperasi pada enam atau tujuh bulan lagi.
Meski ada penundaan jadwal operasional, Sri Juniarsih memastikan seluruh fasilitas dan berbagai alat kebutuhan rumah sakit sudah siap digunakan.
“Karena memang target kami bisa beroperasi pada Mei 2026. Tapi karena terbentur regulasi, jadi terpaksa ditunda,” jelas Sri Juniarsih Mas.
Sri Junirasih menambahkan, kehadiran RSUD Tanjung Redeb masih menjadi harapan besar untuk memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mengurangi beban pasien di RSUD Abdul Rivai yang selama ini menjadi rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Berau.
Dia juga meminta masyarakat agar bisa memahami kondisi tersebut. Sebab, penundaan dilakukan demi memastikan layanan kesehatan nantinya berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami tidak mau menimbulkan persoalan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” tambahnya.
Untuk informasi, saat ini Pemkab Berau tengah fokus pada percepatan penyelesaian seluruh dokumen administrasi dan persyaratan regulasi agar RSUD Tanjung Redeb dapat segera terintegrasi dalam sistem BPJS Kesehatan.
Sri memperkirakan proses tersebut membutuhkan waktu sekitar enam hingga tujuh bulan. Meski demikian, pemerintah daerah mengupayakan agar seluruh tahapan dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang ditetapkan. (adv)





