NUSANTARA TERKINI – Kabupaten Berau berhasil menunjukkan diri sebagai salah satu contoh daerah yang berhasil melakukan pembangunan hijau. Pembangunan hijau yang berbasis kampung dianggap berhasil memadukan pelestarian alam dan mengejar pertumbuhan ekonomi.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Berau, Muhammad Hendratno menjelaskan, keberhasilan pembangunan hijau tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah saja. Namun juga keterlibatan aktif masyarakat kampung dalam menjaga sumber daya alam.
Dia mengatakan, Kabupaten Berau memiliki Akademi Kampung SIGAP (AKD) yang telah menjadi bukti penguatan kapasitas masyarakat mampu melahirkan lingkungan yang adaptif terhadap berbagai tantangan.
“Program AKS ini bukan sebatas pelatihan saja. Namun juga ruang belajar bersama yang mempertemukan pengalaman, gagasan, dan praktik baik antar kampung,” ujarnya.
Hendratno menambahkan, pendekatan partisipatif yang dijalankan melalui SIGAP telah membuka ruang bagi kampung-kampung di Berau untuk menyusun pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan hutan dan ekosistem.
SIGAP atau Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan merupakan pendekatan pemberdayaan desa yang dikembangkan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara sejak 2010. Program tersebut berfokus pada penguatan tata kelola desa, akses pengelolaan sumber daya alam, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Berau menjadi daerah pertama penerapan SIGAP di Kalimantan Timur. Awalnya dijalankan di dua kampung sekitar hutan, program tersebut kini telah menjangkau 100 kampung di Berau melalui inisiatif SIGAP Sejahtera sejak 2018.
Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, menilai praktik pembangunan desa di Berau dan wilayah lain di Kalimantan menunjukkan arah ideal pengelolaan perhutanan sosial nasional. (adv)





